Anak-anak yang bermain smartphone.
Samarinda – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, memberikan penegasan serius terkait paparan media sosial pada anak-anak usia dini.
Menurutnya, anak-anak, terutama yang berusia 2 tahun ke bawah dan dalam masa pra-sekolah, sebaiknya dijauhkan dari tontonan televisi dan gadget, yang dapat memberikan dampak negatif.
“Game online dan media sosial seperti TikTok kurang baik untuk mereka, bahkan jika mereka diawasi, karena dapat menyebabkan kurangnya interaksi sosial, peningkatan individualisme, dan ketidakstabilan emosional pada anak-anak,” ungkap Puji, Selasa (30/4/2024).
Lebih lanjut, Puji menyoroti pentingnya pengurangan penggunaan handphone di sekolah sebagai langkah untuk mengurangi dampak negatif media pada anak-anak, yang menjadi salahj satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah.
“Pengurangan penggunaan handphone di sekolah sangat membantu dalam mengurangi dampak negatif media pada anak-anak,” ujarnya.
Menurut Legislator Partai Demokrat ini, langkah tersebut merupakan upaya preventif yang diambil untuk melindungi generasi muda dari potensi bahaya paparan media sosial pada usia yang rentan dalam perkembangan mereka.
“Tetapi peran orang tua juga menjadi kunci dalam tumbuhn kembang anak. Kita harap para orang tua senantiasa memberikan yang terbaik terhadap anaknya agar bisa membentuk karakter yang baik juga,” tutupnya. [aci/ADV DPRD SMD]
