Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Damayanti.(ist)
Samarinda – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Damayanti, menyoroti isu pernikahan dini sebagai faktor penting yang mempengaruhi generasi muda dalam pencegahan stunting.
Damayanti menegaskan bahwa pernikahan bukan hanya sekedar urusan sesaat, tetapi merupakan keputusan jangka panjang yang harus dipikirkan matang-matang.
“Pernikahan dini memiliki dampak besar terhadap kesehatan ibu dan anak, termasuk risiko meningkatnya angka stunting. Oleh karena itu, kita harus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mempersiapkan diri secara fisik dan mental sebelum menikah,” ujar Damayanti, Senin (13/5/2024).
Damayanti mengingatkan bahwa keputusan untuk menikah harus disertai dengan kesiapan dalam berbagai aspek, termasuk kesiapan dalam hal kesehatan dan ekonomi.
Ia menekankan pentingnya pemahaman yang baik mengenai dampak pernikahan dini terhadap kesehatan ibu hamil dan anak-anak yang akan dilahirkan.
Dalam upaya lebih lanjut untuk menangani stunting, Damayanti juga mengusulkan peningkatan edukasi mengenai gizi dan kesehatan reproduksi, serta pentingnya menunda pernikahan dini. Menurutnya, edukasi yang baik akan membantu generasi muda memahami risiko dan tanggung jawab yang terkait dengan pernikahan dan kehamilan.
“Jika kita dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan memberikan pemahaman yang baik sejak dini, maka kita akan melihat penurunan yang signifikan dalam angka stunting. Generasi yang sehat dan kuat adalah investasi terbaik untuk masa depan Kota Samarinda,” tuturnya.
Damayanti juga mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Samarinda dalam menurunkan angka stunting yang telah menunjukkan hasil yang signifikan.
Berdasarkan data terbaru, angka stunting di Samarinda mengalami penurunan dari 25,3 persen menjadi 24,5 persen. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa upaya untuk menurunkan angka stunting harus terus dilanjutkan.
“Kita memberikan apresiasi atas kerja keras dan kerja sama yang baik dari Pemkot Samarinda,” ungkapnya.
Ia berharap bahwa dengan upaya yang terus dilakukan, target untuk menurunkan angka stunting di bawah 14 persen dapat tercapai pada tahun ini.(wan/ADV/DPRD SMD)
