Pemuda Kaltim Dipacu Kembangkan Soft Skill untuk Hadapi Persaingan IKN

Sub Koordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan Pemuda Dispora Kaltim, Rusmulyadi. (cul)

Samarinda – Dalam rangka mempersiapkan pemuda Kalimantan Timur (Kaltim) menghadapi persaingan yang semakin ketat, khususnya dengan adanya rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di wilayah tersebut, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim berupaya meningkatkan kualitas generasi muda melalui berbagai pelatihan soft skill.

Sebagai informasi, Dispora Kaltim baru saja menggelar program pelatihan yang bertujuan membekali pemuda Kaltim dengan keterampilan kecakapan hidup yang diperlukan untuk bersaing di masa depan.

Sub Koordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan Pemuda Dispora Kaltim, Rusmulyadi, menerangkan, hal tersebut merupakan upaya terprogram untuk mempersiapkan pemuda lokal menghadapi tantangan baru, mengingat kehadiran IKN akan mendatangkan banyak pendatang dari luar daerah.

Ia menyebut, program tersebut juga merupakan kelanjutan dari berbagai pelatihan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun untuk meningkatkan kualitas pemuda Kaltim.

Pengembangan pemuda di Kaltim pasti berkembang, dan saat ini fokus kami adalah meningkatkan kualitas mereka. Upaya ini mencakup pelatihan kepemimpinan hingga kewirausahaan. Dengan keberadaan IKN, pemuda kita suka tidak suka harus bersaing dengan pendatang, dan bagaimana kita memberi mereka pembekalan soft skill yang mumpuni adalah fokus utama kami,kata Rusmulyadi saat dikonfirmasi,  (29/10/2024).

Rusmulyadi menyampaikan pelatihan soft skill dan kecakapan hidup telah diberikan kepada pemuda dalam beberapa tahun terakhir dan terus ditingkatkan. Ia menegaskan bahwa pelatihan-pelatihan ini dianggap penting sebagai langkah proaktif dalam menghadapi perubahan besar yang sedang berlangsung di Kalimantan Timur.

Kami ingin pemuda Kaltim bisa bersaing dan tidak kalah saing dengan pendatang baru yang membawa skill serta perspektif berbeda,ungkapnya.

Rusmulyadi pun mengungkapkan, Dispora berharap para pemuda Kaltim dapat bersaing di tengah arus kompetisi yang semakin meningkat dengan pembangunan IKN.

Intinya, dengan pembekalan soft skill dan pelatihan yang berkesinambungan, kita harapkan pemuda Kaltim siap menghadapi tantangan dan mampu berperan aktif di IKN. Kita ingin mereka tidak hanya jadi penonton, tetapi bisa bersaing dan berdaya saing tinggi,pungkas Rusmulyadi. (ADV/Dispora Kaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *