Gelar Rapat Koordinasi, NPCI Kaltim Matangkan Persiapan Peparprov Kaltim 2026

BALIKPAPAN – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) secara virtual melalui Zoom Meeting, Sabtu (27/6/2026) lalu, yang diikuti oleh jajaran pengurus NPCI Provinsi Kalimantan Timur serta pengurus NPCI kabupaten/kota se-Kalimantan Timur.

Rakor mengusung tema “Bersinergi, Berkolaborasi, Menuju Prestasi Paralimpik Kaltim” diikuti langsung Ketua NPCI Provinsi Kaltim, Suharyanto dan menghadirkan narasumber Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Rasman Rading, serta Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Paser, Kurniawan.

Pertemuan tersebut membahas persiapan pelaksanaan Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Kalimantan Timur V Tahun 2026. Berdasarkan hasil rapat, seluruh peserta menyepakati bahwa Kabupaten Paser ditetapkan sebagai tuan rumah Peparprov Kaltim V Tahun 2026.

Dalam rapat tersebut, Ketua NPCI Kaltim Suharyanto meminta Pemerintah Kabupaten Paser segera menyampaikan surat pernyataan kesediaan sebagai tuan rumah, sementara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur diharapkan segera memproses Surat Keputusan Gubernur terkait penetapan Kabupaten Paser sebagai penyelenggara.

Ia menjelaskan, Peparprov Kaltim V dijadwalkan berlangsung pada minggu keempat bulan November 2026 dan akan mempertandingkan sembilan cabang olahraga yang diikuti oleh seluruh kontingen NPCI kabupaten/kota se-Kalimantan Timur.

Pada Rakor itu kata dia, rencana pembiayaan penyelenggaraan akan bersumber dari APBD Provinsi Kalimantan Timur, APBD Kabupaten Paser, anggaran NPCI Kalimantan Timur, serta sumber pendanaan lain yang sah dan tidak mengikat.

“Selain itu, NPCI Kalimantan Timur bersama NPCI kabupaten/kota akan segera menyusun Technical Handbook sebagai pedoman resmi pelaksanaan pertandingan. Seluruh daerah juga diminta segera mempersiapkan data atlet yang akan diikutsertakan pada Peparprov Kaltim V,” jelasnya.

Suharyanto juga menerangkan, terkait pembiayaan kontingen, dalam rapat tersebut mengusulkan dan menyepakati biaya keberangkatan dan kepulangan, seragam kontingen, serta uang saku atlet menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota masing-masing. Sementara biaya akomodasi, konsumsi, layanan kesehatan, BPJS, dan transportasi dari hotel menuju venue pertandingan selama pelaksanaan Peparprov akan dibebankan pada panitia besar penyelenggara.

Sebagai tindak lanjut tambahnya, NPCI Kalimantan Timur akan menggelar rapat teknis bersama NPCI kabupaten/kota dan Dispora se-Kalimantan Timur di Kabupaten Paser. Pertemuan tersebut akan membahas aspek teknis pelaksanaan sekaligus melakukan peninjauan terhadap venue-venue yang akan digunakan dalam PEPARPROV Kaltim V Tahun 2026.

“Melalui Rakor ini, NPCI Kalimantan Timur berharap sinergi antara pemerintah daerah, Dispora, dan seluruh pengurus NPCI dapat memastikan pelaksanaan Peparprov Kaltim V Tahun 2026 berjalan sukses, sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan prestasi olahraga disabilitas di Kalimantan Timur,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *