UEFA Ancam Boikot Turnamen FIFA, Tolak Rencana Penjualan Saham Piala Dunia kepada Investor Swasta

Boikot Piala Dunia Sepak Bola Didukung dengan Suara Bulat oleh Seluruh 55 Anggota UEFA Karena Penjualan Saham FIFA. (Sumber: Getty)

INTERNASIONAL – Polemik mengenai rencana Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) membuka kepemilikan saham pada entitas komersial yang mengelola kompetisi internasional terus memanas. Seluruh 55 asosiasi anggota Uni Sepak Bola Eropa (UEFA) dilaporkan sepakat mempertimbangkan langkah boikot terhadap seluruh kompetisi FIFA apabila proposal tersebut resmi disahkan.

Mengutip laporan BBC Sport, keputusan itu diambil dalam pertemuan darurat UEFA yang digelar pada Kamis, hanya beberapa hari setelah FIFA mengumumkan rencana pembentukan perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise. Entitas tersebut akan mengelola hak komersial berbagai turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia pria, Piala Dunia wanita, hingga Piala Dunia Antarklub.

FIFA dikabarkan berencana melepas sekitar 20 persen saham perusahaan tersebut kepada investor swasta. Nilai perusahaan diperkirakan mencapai 20 miliar dolar AS, dengan sebagian hasil penjualan akan dialokasikan untuk meningkatkan pendanaan bagi asosiasi anggota FIFA.

Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan skema tersebut bertujuan memperluas pemerataan pendanaan bagi seluruh anggota FIFA. Menurutnya, setiap asosiasi nasional harus memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh dukungan finansial guna mengembangkan sepak bola di negaranya masing-masing.

“Setiap asosiasi anggota FIFA harus memiliki kesempatan untuk mendapatkan bagian yang adil dari pendanaan yang tersedia untuk membentuk masa depannya sendiri. Ini tentang demokratisasi sepak bola di seluruh dunia,” ujar Infantino dalam pernyataan resminya.

Namun, rencana tersebut menuai kritik dari sejumlah konfederasi sepak bola. UEFA menilai komersialisasi kepemilikan kompetisi bertentangan dengan prinsip tata kelola olahraga dan berpotensi mengikis independensi sepak bola dunia.

Dalam pernyataannya, UEFA menegaskan bahwa sepak bola bukan aset yang dapat diperjualbelikan kepada investor. Organisasi tersebut juga menyoroti minimnya transparansi mengenai pihak-pihak yang akan memperoleh keuntungan dari transaksi tersebut.

Penolakan serupa juga datang dari Confederation of North, Central America and Caribbean Association Football (Concacaf). Konfederasi yang menaungi 41 asosiasi anggota itu mengaku kecewa karena rencana tersebut diumumkan tanpa melalui proses konsultasi yang memadai dengan para pemangku kepentingan.

Menurut Concacaf, perubahan sebesar itu seharusnya dibahas terlebih dahulu bersama konfederasi dan asosiasi anggota sebelum dipublikasikan kepada publik.

Berdasarkan skema yang diusulkan FIFA, dana hasil penjualan saham akan digunakan untuk meningkatkan distribusi bantuan kepada asosiasi anggota. Pendanaan tahunan direncanakan naik dari 2 juta dolar AS menjadi 5 juta dolar AS per anggota, ditambah pembayaran satu kali sebesar 20 juta dolar AS.

Meski demikian, berbagai kalangan menilai manfaat finansial tersebut belum cukup untuk meredam kekhawatiran mengenai masa depan tata kelola sepak bola internasional. Kritik juga datang dari sejumlah tokoh politik dan organisasi pendukung sepak bola.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menyebut Piala Dunia sebagai warisan olahraga dunia yang tidak seharusnya diperlakukan sebagai komoditas investasi.

Sementara itu, organisasi Football Supporters Europe menyerukan kepada seluruh asosiasi anggota FIFA agar menolak proposal tersebut. Mereka menegaskan bahwa Piala Dunia merupakan milik komunitas sepak bola global dan bukan aset yang dapat diperjualbelikan.

Hingga kini, proposal pembentukan FIFA Forward Enterprise masih menunggu persetujuan dari 211 asosiasi anggota FIFA. Jika disahkan, ancaman boikot dari UEFA diperkirakan akan menjadi tantangan terbesar bagi FIFA dalam beberapa tahun terakhir. Uji pertama dari sikap tersebut diperkirakan muncul pada babak play-off Piala Dunia Wanita yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *