Dok. Humas Setkab PPU
PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, mengunjungi rumah duka almarhum H. Andi Harahap di Kilometer 0,5, Penajam, Kamis (6/8/2026). Kehadiran orang nomor satu di PPU itu menjadi bentuk penghormatan terakhir sekaligus ungkapan belasungkawa atas wafatnya mantan Bupati PPU periode 2008–2013 tersebut.
Dalam kesempatan itu, Mudyat Noor menyampaikan duka cita atas kepergian tokoh yang dinilainya memiliki peran besar dalam perjalanan sejarah Kabupaten Penajam Paser Utara.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara dan keluarga besar Pemkab PPU, kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Haji Andi Harahap. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Mudyat.
Menurut Mudyat, almarhum bukan hanya pernah memimpin Kabupaten PPU, tetapi juga merupakan salah satu figur penting yang berkontribusi dalam lahirnya daerah otonom tersebut. Perjuangan Andi Harahap dalam proses pemekaran Kabupaten PPU dari Kabupaten Paser menjadi warisan sejarah yang tidak akan terlupakan.

“Beliau telah mencurahkan pemikiran, tenaga, dan pengabdiannya untuk daerah ini. Kontribusi beliau dalam memperjuangkan pemekaran hingga membangun fondasi pemerintahan Kabupaten PPU menjadi jasa yang akan selalu dikenang oleh masyarakat,” katanya.
H. Andi Harahap meninggal dunia pada Rabu (5/8/2026) pukul 20.35 WITA di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan setelah menjalani perawatan akibat penyakit kanker hati. Sebelum mengembuskan napas terakhir, almarhum sempat mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSKD setelah dibawa dari kediamannya di Perumahan Wika, Balikpapan.
Setelah seluruh proses penanganan selesai, jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Kabupaten Penajam Paser Utara untuk disemayamkan sebelum dimakamkan.
Lahir pada 24 November 1956, Andi Harahap dikenal sebagai salah satu tokoh politik senior Kalimantan Timur yang memiliki rekam jejak panjang dalam pemerintahan dan legislatif. Ia merupakan salah satu penggagas pemekaran Kabupaten Penajam Paser Utara yang resmi berdiri pada 2002.
Karier pengabdiannya dimulai sebagai Ketua DPRD PPU pertama periode 2002–2008. Setelah itu, ia dipercaya masyarakat memimpin Kabupaten PPU sebagai bupati pada periode 2008–2013. Di tingkat provinsi, Andi Harahap juga pernah mengemban amanah sebagai Anggota DPRD Kalimantan Timur periode 2019–2024 dari daerah pemilihan PPU–Paser serta menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar.
Kepergian H. Andi Harahap meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Penajam Paser Utara. Sosoknya dikenang sebagai pemimpin yang memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan daerah serta perjuangan mewujudkan Kabupaten PPU sebagai daerah otonom yang terus berkembang hingga saat ini. (red)
