PENAJAM — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar kegiatan peningkatan peran Forum Anak serta Pemerintah Desa, Kelurahan, dan Kecamatan dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), anak berhadapan dengan hukum, serta perkawinan anak.
Kegiatan tersebut menghadirkan fasilitator dan narasumber dari Kota Balikpapan yang dinilai memiliki pengalaman dalam pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).
Kegiatan ini diikuti oleh Forum Anak mulai dari tingkat desa, kelurahan hingga kecamatan. Para peserta juga didampingi oleh pendamping dari masing-masing kecamatan, kelurahan, dan desa.
Dalam sambutannya, Kepala DP3AP2KB PPU, Jensje Grace Makisurat menjelaskan bahwa peningkatan peran Forum Anak merupakan bagian penting dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Forum Anak tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya anak-anak, tetapi juga menjadi ruang bagi mereka untuk menyampaikan suara, aspirasi, dan kebutuhan dalam proses pembangunan daerah.
“Forum anak itu untuk berpartisipasi bersama-sama dalam pembangunan. Forum anak diperlukan suaranya juga dalam pembangunan. Bukan hanya orang dewasa, tetapi anak juga diperlukan pendapatnya dan dipenuhi kebutuhannya untuk pembangunan,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan Forum Anak perlu diperkuat mulai dari tingkat desa, kelurahan, kecamatan hingga kabupaten. Hal tersebut juga sejalan dengan Peraturan Menteri yang mengatur mengenai penyelenggaraan partisipasi anak melalui Forum Anak.
“Harapannya Penajam Paser Utara menjadi Kabupaten Layak Anak ataupun meningkat predikatnya menjadi Nindya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Pemenuhan Hak Anak dan Perempuan DP3AP2KB PPU, Sisvana Damayanti menjelaskan, melalui kolaborasi tersebut, Forum Anak diharapkan semakin aktif menyampaikan aspirasi dan memberikan kontribusi positif, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang memperhatikan pemenuhan hak serta perlindungan anak.
Salah satu poin penting yang ditekankan dalam kegiatan tersebut adalah penguatan peran Forum Anak sebagai Pelopor dan Pelapor.
Sebagai pelopor, anak-anak diharapkan mampu memberikan contoh dan mengajak teman sebaya untuk melakukan berbagai kegiatan positif serta bersama-sama mencegah terjadinya kekerasan dan berbagai bentuk pelanggaran terhadap hak anak.
“Sementara sebagai pelapor, anak-anak didorong untuk berani menyampaikan apabila mengetahui adanya persoalan yang mengancam keselamatan maupun pemenuhan hak anak. Penyampaian laporan tentunya dilakukan melalui mekanisme yang tepat dan aman,” ungkapnya.
Namun ucap dia, optimalisasi peran Forum Anak tidak dapat dilakukan sendiri. Dukungan pemerintah desa, kelurahan dan kecamatan menjadi bagian penting dalam memastikan aspirasi dan perlindungan anak dapat berjalan secara nyata.
Melalui kegiatan ini katanya, pemerintah ingin memperkuat pemahaman dan komitmen bersama agar pemerintah di tingkat kecamatan, desa dan kelurahan dapat menjadi mitra strategis Forum Anak dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, TPPO, anak berhadapan dengan hukum, serta perkawinan anak.
“Dengan semakin kuatnya kolaborasi antara Forum Anak dan pemerintah di seluruh tingkatan, diharapkan anak-anak di Kabupaten Penajam Paser Utara tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi turut terlibat sebagai subjek sekaligus mitra pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan ramah anak. Melalui suara anak, pemerintah mendengar. Melalui peran anak, pembangunan menjadi lebih ramah anak,” tutupnya. (adv/red)
