Kabid Inovasi, Teknologi dan Pengkajian Pengaturan Bapelitbang PPU, Anita Megawati
PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus memperkuat kualitas perencanaan pembangunan melalui kajian yang disusun berdasarkan kebutuhan daerah dan prioritas kinerja kepala daerah.
Upaya tersebut dilakukan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) PPU dengan menyeleksi berbagai usulan kajian dari organisasi perangkat daerah (OPD). Setiap kajian dipertimbangkan berdasarkan urgensi, manfaat bagi pembangunan, serta kemampuan anggaran daerah.
Kepala Bidang Inovasi, Teknologi dan Pengkajian Pengaturan Bapelitbang PPU, Anita Megawati, mengatakan pihaknya saat ini memprioritaskan kajian yang berkaitan dengan indikator kinerja utama kepala daerah.
“Sampai sekarang sih belum (kajian pemanfaatan AI). Kajian yang kami bikin sekarang itu kajian yang merupakan prioritas kinerjanya Bupati. Itu dulu,” kata Anita.
Menurutnya, kajian menjadi salah satu instrumen penting dalam membantu pemerintah daerah memperoleh gambaran dan rekomendasi sebelum menentukan kebijakan. Karena itu, usulan kajian yang masuk perlu disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan dan ketersediaan anggaran.
“Karena kan kajian juga enggak murah, ada biayanya,” ujarnya.
Melalui proses seleksi tersebut, Bapelitbang PPU berupaya memastikan anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan penelitian dan pengkajian memberikan manfaat bagi penyelenggaraan pemerintahan maupun masyarakat.
“Jadi kami harus seleksi di situ. Makanya kami prioritas kinerja Pak Bupati dulu,” jelas Anita.
Sejumlah kajian yang saat ini menjadi perhatian Bapelitbang PPU antara lain berkaitan dengan risiko bencana, mitigasi kebakaran, kawasan kumuh, hingga penanganan stunting.
Kajian-kajian tersebut diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan maupun menentukan langkah penanganan terhadap berbagai persoalan pembangunan.
Seentara itu, perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) belum menjadi objek kajian khusus Bapelitbang PPU. Meski demikian, pembahasan mengenai pemanfaatan teknologi tersebut tetap terbuka untuk dipertimbangkan apabila nantinya dinilai sesuai dengan kebutuhan dan prioritas pembangunan daerah.
Dengan pendekatan tersebut, Bapelitbang PPU menempatkan kajian sebagai bagian dari upaya membangun perencanaan yang lebih terarah, terukur, dan sesuai kebutuhan daerah. Prioritas kajian juga diharapkan dapat mendukung pemerintah daerah dalam menghasilkan kebijakan yang berbasis data dan rekomendasi ilmiah. (ADV)
