Karhutla Gambut Kembali Terjadi di Petung, BPBD PPU Kerahkan Tim Gabungan

Karhutla di kawasan gambut Kelurahan Petung, PPU

PENAJAM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kali ini, kebakaran melanda kawasan gambut di RT 16, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Minggu (27/9/2026) kemarin.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila, mengatakan laporan kejadian diterima Pusdalops BPBD PPU pada pukul 15.45 Wita. Tim kemudian langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan bersama sejumlah unsur terkait.

“Begitu laporan kami terima, tim langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk melakukan penanganan,” ujar Nurlaila.

Berdasarkan laporan di lapangan, material yang terbakar merupakan lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar dan pepohonan. Kebakaran juga merembet hingga membakar sejumlah pohon kelapa sawit.

Dalam proses pemadaman, tim gabungan mengerahkan delapan mata semprot dengan dukungan sejumlah peralatan. Armada yang digunakan antara lain satu mesin portable BPBD PPU, dua mesin portable Dinas Pertanian (Distan), satu mesin portable PT KMS, serta satu mesin portable dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Pos Petung.

Nurlaila menjelaskan, proses pemadaman dan pendinginan dilakukan hingga sekitar pukul 00.30 Wita. Setelah itu, tim gabungan kembali ke pos masing-masing, sementara pemantauan terhadap kondisi lokasi tetap dilakukan

Namun, berdasarkan pemantauan visual pada malam hari, masih ditemukan satu titik kepala api yang belum dapat dijangkau untuk dilakukan pemadaman. Selain itu, masih terdapat sejumlah titik api dan titik asap yang berada di area yang sulit dijangkau pada malam hari.

“Karena masih ada titik yang belum bisa dijangkau pada malam hari, penanganan akan dilanjutkan kembali pada pagi hari. Tim akan melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk memastikan kondisi di lokasi benar-benar terkendali,” jelas Nurlaila.

Ia menyebutkan, pengukuran luas lahan yang terbakar juga akan dilakukan pada pagi hari. Hingga laporan awal tersebut dibuat, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, kepolisian, pemerintah kecamatan dan kelurahan, BPBD PPU, DPKP PPU, Distan Brigade Karlabun, Satpol PP hingga pihak perusahaan.

Keterlibatan lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan karhutla, khususnya pada kawasan gambut yang membutuhkan penanganan dan pemantauan lebih lanjut untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *