Jalan Mulai Dibuka, Distribusi Kebutuhan Warga Mahulu Perlahan Dipermudah

Dok. Humas Pemprov Kaltim

SAMARINDA – Akses darat menuju wilayah pedalaman Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) terus dibenahi. Perbaikan sejumlah titik jalan yang sebelumnya sulit dilalui menjadi perhatian karena kondisi akses tersebut berkaitan langsung dengan kelancaran mobilitas warga dan distribusi kebutuhan sehari-hari.

Salah satu ruas yang masih mendapat penanganan berada di kawasan Long Pakat, sekitar 20 kilometer dari jalur Ujoh Bilang menuju Tiong Ohang. Di lokasi tersebut terdapat titik longsor yang selama ini menjadi salah satu hambatan perjalanan menuju kawasan pedalaman.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kalimantan Timur, H Irhamsyah, mengatakan penanganan titik tersebut terus dilakukan secara bertahap. Dari pekerjaan yang berjalan, penanganan di lokasi longsor saat ini telah mencapai sekitar 20 meter.

“Panjang jalan dari Ujoh Bilang sampai Tiong Ohang sekitar 163 kilometer. Saat ini masih ada beberapa kendala, terutama sekitar 20 kilometer di Long Pakat. Di sana terdapat satu titik longsor yang secara bertahap sedang kita tangani,” ujar Irhamsyah dalam jumpa pers, Senin (30/9/2026).

Persoalan akses jalan di wilayah tersebut bukan sekadar menyangkut kenyamanan perjalanan. Jalur darat menjadi bagian penting dalam aktivitas masyarakat, terutama untuk membawa sembako dan berbagai kebutuhan lainnya menuju wilayah pedalaman.

Karena itu, sembari pekerjaan jalan berlangsung, jalur distribusi tetap diupayakan agar tidak sepenuhnya terputus. Sejumlah peralatan dikerahkan untuk membantu pekerjaan di lapangan, mulai dari motor grader, ekskavator, alat pemadam hingga dua unit dump truck.

Upaya lain dilakukan dengan membangun jembatan kayu atau jembatan logging sementara. Jembatan tersebut berfungsi sebagai jalur pendukung agar pengiriman logistik menuju Long Apari tetap dapat berlangsung selama proses perbaikan akses utama.

Kondisi jalan yang secara bertahap mulai ditangani diharapkan dapat memberikan ruang bagi aktivitas warga untuk kembali berjalan lebih lancar. Kelancaran akses juga berpengaruh terhadap waktu tempuh kendaraan pengangkut kebutuhan masyarakat yang menuju kawasan pedalaman.

Ruas Ujoh Bilang-Tiong Ohang sendiri memiliki panjang sekitar 163 kilometer. Penanganannya dilakukan secara bersama melalui keterlibatan pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi melalui UPTD Wilayah II, serta pemerintah pusat melalui dukungan APBN.

Bagi masyarakat Mahulu, terbukanya akses darat bukan hanya soal tersambungnya satu wilayah dengan wilayah lain. Jalur tersebut menjadi bagian dari aktivitas ekonomi, mobilitas warga, serta masuknya kebutuhan pokok ke kawasan yang selama ini memiliki tantangan geografis cukup besar.

Dengan penanganan yang dilakukan secara bertahap, akses menuju wilayah pedalaman Mahulu diharapkan semakin mudah dilalui dan distribusi kebutuhan masyarakat dapat berlangsung lebih lancar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *