Respons Cepat Tangani Karhutla Sungai Parit, BPBD PPU Pastikan Api Berhasil Dipadamkan

Tim BPBD PPU saat memadamkan Karhutla di Sungai Parit. (Dok. Pusdalops BPBD PPU)

PENAJAM – Respons cepat tim gabungan kembali dilakukan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kali ini, kebakaran terjadi di kawasan RT 07, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, Kamis (1/10/2026) sore.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten PPU, kejadian diketahui sekitar pukul 15.20 WITA. Laporan tersebut kemudian diterima Pusdalops sekitar pukul 15.39 WITA dan langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan personel serta armada menuju lokasi.

Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, S.H., M.H., mengatakan penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan sejumlah unsur untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus memastikan api tidak kembali menyala.

“Setelah laporan masuk, tim langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait untuk melakukan pemadaman dan pendinginan,” demikian disampaikan dalam laporan penanganan BPBD PPU.

Karhutla tersebut membakar lahan berupa semak belukar dengan luas sekitar 0,24 hektare. Dalam proses penanganan, petugas melakukan pemadaman secara manual serta menggunakan sejumlah armada pemadam dan tangki air.

Kekuatan armada yang dikerahkan terdiri dari satu unit mobil pemadam DPKP Pos Petung, satu mobil tangki BPBD PPU, satu unit water tank TNI AD, satu mobil tangki DPUPR, serta satu unit mobil AWC Polres PPU. Sementara itu, suplai air turut didukung satu unit mobil tangki dari Disperkimtan.

Kolaborasi juga melibatkan unsur pemerintahan dan masyarakat setempat. Di lapangan terdapat personel BPBD PPU, DPKP Pos Petung, TNI AD, DPUPR, Disperkimtan, Polres PPU, Lurah Sungai Parit, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta warga.

Berkat penanganan bersama tersebut, proses pemadaman dan pendinginan berhasil diselesaikan sekitar pukul 16.50 WITA. Setelah kondisi dinyatakan aman, seluruh tim gabungan kemudian kembali ke pos masing-masing.

BPBD PPU memastikan kondisi terkini di lokasi sudah terkendali. Berdasarkan pemantauan visual, tidak ditemukan lagi titik asap yang berpotensi memunculkan titik api baru.

Penanganan cepat ini sekaligus menunjukkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi karhutla, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan yang ditumbuhi semak belukar. Kecepatan menerima laporan, mobilisasi personel, ketersediaan armada dan dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah api meluas.

Melalui penanganan terpadu tersebut, BPBD PPU bersama seluruh unsur terkait terus berupaya menjaga kondisi wilayah tetap aman sekaligus mengantisipasi munculnya kembali titik api setelah proses pemadaman dilakukan. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *