Kukar Siapkan “Rumah” Baru untuk Atlet Disabilitas, Bidik Prestasi di Peparnas 2028

Dok. Prokom Kukar

TENGGARONG – Atlet disabilitas di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat angin segar. Rencana penyediaan fasilitas olahraga inklusif mulai didorong untuk mendukung pembinaan atlet sekaligus mengejar prestasi pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rencana tersebut dibahas dalam audiensi Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kukar, Muhammad Bisron, bersama Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati, Senin (5/10/2026).

Pertemuan turut dihadiri Kajari Kukar Aji Kalbu Pribadi, Kadispora Kukar Aji Ali Husni, serta sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah terkait. 1001175804.pdf

Dalam pertemuan itu, Bisron memaparkan perkembangan pembinaan atlet disabilitas dan program strategis NPCI Kukar. Salah satu kebutuhan yang dinilai penting adalah keberadaan gedung olahraga inklusif yang dapat digunakan sebagai tempat latihan secara terarah dan berkelanjutan.

Menurut Bisron, fasilitas tersebut dibutuhkan untuk menunjang persiapan atlet Kukar menghadapi Peparnas 2028. Ia berharap dukungan sarana tidak berhenti pada pemenuhan tempat latihan, tetapi juga mampu mendorong peningkatan prestasi atlet disabilitas.

“Kami sangat mengharapkan fasilitas ini untuk menunjang perkembangan dan prestasi atlet disabilitas Kukar secara berkesinambungan,” ujar Bisron.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengapresiasi semangat dan capaian atlet disabilitas yang terus berlatih dan berprestasi di tengah berbagai keterbatasan.

Terkait rencana pembangunan gedung inklusif tersebut, Aulia menyarankan agar pembiayaannya diajukan melalui mekanisme hibah. NPCI Kukar diminta segera menyiapkan proposal untuk dibahas dalam penyusunan APBD 2027.

“Silakan persiapkan proposalnya untuk tahun anggaran 2027. Mekanisme ke depan akan dibahas bersamaan dengan penyusunan anggaran tersebut,” jelas Aulia.

Ia juga meminta agar seluruh proses, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, dikawal secara tertib dan transparan dengan pendampingan Kejaksaan Negeri dan Dispora Kukar.

Keberadaan fasilitas olahraga inklusif tersebut diharapkan tak sekadar menjadi tempat latihan rutin. Lebih jauh, fasilitas itu ditargetkan menjadi ruang pembinaan berkelanjutan sekaligus membantu menemukan bibit-bibit atlet disabilitas potensial dari Kukar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *