Perisai Sidik 112 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Inovasi BPBD PPU Tembus Penilaian Provinsi

 

PENAJAM – Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana. Melalui inovasi Perisai Sidik 112, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU menghadirkan platform informasi kebencanaan yang mendukung pemantauan kejadian dan penyediaan data untuk penanganan bencana.

Inovasi tersebut kini mendapat kesempatan melanjutkan tahapan penilaian di tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Dari lima inovasi yang diusulkan Pemkab PPU kepada pemerintah provinsi, Perisai Sidik 112 menjadi satu-satunya inovasi dari PPU yang dipanggil untuk mengikuti pemaparan lanjutan.

Kepala Bidang Inovasi, Teknologi, dan Pengkajian Pengaturan Bapelitbang PPU, Anita Megawati, mengatakan proses seleksi dilakukan oleh tim penilai tingkat provinsi terhadap berbagai inovasi dari kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

“Dari lima inovasi yang kami kirim, Perisai Sidik 112 dari BPBD PPU satu-satunya yang dipanggil untuk kelanjutan penilaian tingkat provinsi,” ungkap Anita, Rabu (14/10/2026).

Menurutnya, terpilihnya inovasi tersebut untuk mengikuti tahapan lanjutan merupakan hasil penilaian tim provinsi. Bapelitbang PPU berperan dalam proses pengusulan inovasi daerah, sedangkan penilaian dan penentuan hasil akhir menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Perisai Sidik 112 dikembangkan sebagai platform informasi kebencanaan berbasis digital yang tidak hanya mendukung layanan kedaruratan, tetapi juga menyediakan informasi untuk mitigasi dan pengurangan risiko bencana.

Melalui sistem ini, pengguna dapat mengakses informasi titik kejadian banjir serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data yang tersedia mencakup lokasi dan waktu kejadian, jumlah korban terdampak, serta dokumentasi peristiwa. Informasi mengenai kondisi infrastruktur dan sarana pendukung penanggulangan bencana juga menjadi bagian dari data yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kesiapsiagaan.

Ketersediaan informasi tersebut diharapkan membantu pihak terkait memperoleh gambaran kondisi kebencanaan secara lebih terstruktur. Dengan dukungan data, langkah antisipasi maupun penanganan dapat direncanakan berdasarkan situasi dan kebutuhan di lapangan.

Bagi PPU yang memiliki wilayah dengan beragam potensi kerawanan bencana, pengembangan sistem informasi seperti Perisai Sidik 112 menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi untuk mendukung tata kelola penanggulangan bencana. Selain membantu penyediaan informasi, inovasi digital juga berpotensi memperkuat koordinasi antarpihak dalam merespons kejadian.

Meski telah melaju ke tahap penilaian lanjutan, hasil akhir Perisai Sidik 112 masih menunggu pengumuman resmi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Anita menyebutkan, pengumuman pemenang biasanya dilaksanakan pada Desember, bersamaan dengan pemberian apresiasi kepada inovasi terpilih.

“Untuk hasil akhirnya, kami menunggu pengumuman dari provinsi. Biasanya diumumkan pada Desember, sekaligus pemberian apresiasi kepada inovasi yang terpilih,” tuturnya.

Pada tahun-tahun sebelumnya, apresiasi bagi inovasi pemenang diberikan dalam bentuk piagam penghargaan dari Gubernur Kalimantan Timur.

Keikutsertaan Perisai Sidik 112 dalam penilaian tingkat provinsi diharapkan menjadi dorongan bagi pengembangan inovasi pelayanan publik di Kabupaten PPU. Upaya ini sekaligus memperkuat pemanfaatan teknologi dan data sebagai bagian dari peningkatan kesiapsiagaan serta kualitas pelayanan penanggulangan bencana kepada masyarakat. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *