Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie
Samarinda – Mohammad Novan Syahronny Pasie, seorang Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, mengulas evaluasi atas langkah-langkah yang diambil dalam menangani banjir dari tahun 2021 hingga 2024.
Novan menekankan pentingnya memusatkan perhatian pada titik-titik banjir yang dianggap paling kritis, termasuk usaha untuk memperbaiki Sungai Karang Mumus. Menurutnya, Sungai yang berdekatan dengan jembatan di wilayah PM Noor menjadi salah satu prioritas dalam penanganan banjir, sambil menyoroti pentingnya pemahaman terhadap penyebab banjir.
“Penanganan banjir tidak hanya berkutat pada area-area tertentu, tetapi juga memperhatikan wilayah-wilayah strategis seperti Jalan Dr. Soetomo dan PM Noor,” ungkap Novan, pada Rabu (17/4/2024).
Lebih lanjut, Novan Syahronnie menegaskan bahwa menangani banjir dari hulu sungai adalah langkah yang relevan dan menjadi titik sentral. Ia juga mencatat perkembangan positif dalam penanganan di jalan-jalan utama, seperti simpang empat Lembuswana dan simpang empat Sempaja.
Namun, Novan juga mengakui tantangan yang dihadapi akibat perubahan iklim, yang menandai kenaikan permukaan air setiap tahunnya.
Oleh karena itu, Novan menegaskan pentingnya bagi Pemerintah Kota Samarinda untuk terus mencari solusi yang lebih efektif dalam mengatasi permasalahan banjir, dengan mempertimbangkan dampak perubahan iklim dan akar masalah banjir secara menyeluruh.
“Diperlukan strategi yang berbeda untuk wilayah-wilayah tertentu, seperti yang terlihat di daerah Jalan Slamet Riyadi, yang memerlukan pendekatan yang spesifik karena karakteristik aliran airnya yang beragam,” tambahnya. [aci/ADV DPRD SMD]
