Deni Sebut Tekanan Mental dan Ekonomi Picu Kekerasan Terhadap Anak

Foto: Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar.(istimewa)

Samarinda – Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar menyebut bahwa kekerasan terhadap anak sering kali dipicu oleh tekanan mental dan ekonomi yang dirasakan oleh orang tuanya.

Dari tekanan itu, kata Deni, anak dapat menjadi sasaran pelampiasan kemarahan dan frustasi yang dirasakan oleh orang tua.

Menurut legislator Partai Gerindra itu kekerasan yang terjadi terhadap anak sebenarnya dapat dicegah dengan memberikan bimbingan ataupun pembinaan sebelum menikah.

“Itu bisa dicegah jika keluarga memberikan bimbingan kepada anak sebelum menikah, atau jika ada lembaga yang menyediakan konseling pranikah,” kata Deni, Selasa (21/6/2024).

Menurutnya bimbingan pranikah dan adanya lembaga konseling adalah kunci untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam keluarga, yang korbannya sebagian besar adalah anak dan ibu.

“Banyak pernikahan saat ini hanya didasarkan pada cinta tanpa mempertimbangkan berbagai masalah yang mungkin dihadapi setelah menikah,” bebernya.

Lebih lanjut, ia kembali mengingatkan bahwa konseling sebelum pernikahan dapat membantu calon pengantin memahami peran dan tanggung jawab mereka sebagai orang tua.

“Konseling di bidang agama dan kesehatan jiwa dapat membantu calon pengantin untuk mempersiapkan diri secara mental dan spiritual dalam menghadapi pernikahan dan kehidupan rumah tangga,” pungkasnya.(wan/ADV/DPRD SMD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *