Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti.(ist)
Samarinda – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyoroti sejumlah permasalahan yang masih menghantui sektor pendidikan di kota ini.
Menurutnya, ada tiga aspek utama yang menjadi sumber masalah, yaitu siswa, infrastruktur, dan sumber daya manusia (SDM) dalam pendidikan.
Ia menjelaskan bahwa infrastruktur pendidikan di Samarinda masih menghadapi tantangan serius.
Dari 830 satuan pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMP, banyak yang masih mengalami masalah, termasuk ketersediaan bangunan, sanitasi, dan drainase, terutama di sekolah-sekolah yang rawan banjir dan longsor.
“Kita harus melibatkan semua pihak, termasuk pemerintah, orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan media massa, untuk mengatasi masalah yang ada,” ujar Puji, Senin (6/5/2024).
Masalah lain yang juga menjadi perhatian adalah terkait lahan, dengan beberapa sekolah yang belum memiliki status kepemilikan yang jelas.
“Ada sekolah yang masih menumpang dan bahkan masih menggunakan bangunan kayu yang kondisinya memprihatinkan,” ungkapnya.
Dalam hal SDM, Puji menekankan perlunya peningkatan kesejahteraan bagi para pendidik, baik PNS maupun honorer.
Legislator dari Partai Demokrat itu juga mengungkapkan upayanya untuk meningkatkan insentif bagi guru pendamping anak-anak inklusi, mengingat masih banyak tantangan terkait kurikulum, regulasi, dan ketersediaan buku pelajaran di sektor pendidikan.
“Setiap tahun, ada sekitar 100 sampai 200 PNS yang pensiun, dan terkadang pendidik swasta yang direkrut oleh sekolah negeri, meninggalkan kekurangan tenaga pengajar di sektor swasta, itu juga menjadi masalah,” jelasnya.(wan/ADV/DPRD SMD)
