Foto: ILUSTRASI – PERNIKAHAN, (ist).
Integritaskaltim.com, Samarinda – Upaya penurunan angka stunting di Kota Samarinda terus digencarkan oleh berbagai pihak. Ketua Komisi IV Dewan Perwakilanm Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menegaskan bahwa pernikahan dini menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka stunting di wilayah Samarinda.
Menurutnya dengan secara rutin melakukan sosialisasi di posyandu untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya pernikahan dini dan pentingnya pencegahan stunting.
“Saya sering datang ke posyandu, baik yang dekat-dekat tempat tinggal saya maupun di daerah lain di Kota Samarinda. Ini adalah tugas saya di Komisi IV DPRD untuk memperhatikan hal ini,” ucap Puji pada Rabu (28/6/2024).
Puji menjelaskan bahwa sosialisasi tentang stunting harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, RT, hingga orang tua.
Pernikahan dini, menurutnya, sering kali menjadi faktor utama yang menyebabkan stunting karena ibu yang masih muda belum siap secara fisik untuk melahirkan.
Selain fokus pada pernikahan dini, Puji juga terus memantau program Keluarga Berencana (KB) dan kegiatan posyandu bulanan. Menurutnya, program-program ini sangat penting untuk mengurangi angka stunting di Samarinda.
Ia juga meminta Pemerintah Kota Samarinda untuk terus menekan angka stunting dan mensosialisasikan program KB secara intensif kepada masyarakat.
“Saya sering sosialisasi kepada orang tua, camat, lurah, Ketua RT terkait penyebab utama stunting. Tidak bisa kita pungkiri kalau pernikahan dini masih sering terjadi, dan itulah yang dikhawatirkan karena si ibu kondisinya belum siap melahirkan,” pungkasnya.(wan/ADV/DPRD SMD)
