62 Inovasi Daerah PPU Disiapkan Menuju Innovative Government Award

Kantor Bupati PPU

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mendorong perangkat daerah dan satuan pendidikan untuk memperkuat budaya inovasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Upaya tersebut ditandai dengan terjaringnya 62 inovasi dalam ajang Penjaringan Inovasi Daerah (Inovda) tahun ini.

Puluhan inovasi tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sekolah tingkat SD dan SMP, hingga puskesmas.

Jumlah inovasi yang terjaring tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang umumnya hanya berada pada kisaran 10 hingga 20 inovasi. Peningkatan tersebut menunjukkan mulai tumbuhnya kesadaran perangkat daerah maupun satuan pendidikan bahwa inovasi dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan.

“Antusiasme tinggi khususnya datang dari tingkat sekolah SD dan SMP. Meski penyampaian informasi awal cukup terbatas, kami melakukan pendekatan langsung melalui WhatsApp dan direspons sangat baik,” kata Kabid Inovasi Teknologi dan Pengkajian Peraturan Bapelitbang PPU, Anita Megawati belum lama ini.

Ia menjelaskan, penjaringan Inovda telah berlangsung sejak Maret melalui tahapan pendaftaran, dilanjutkan sosialisasi pada Juni, hingga proses penjurian yang selesai pada pertengahan Agustus.

Pelaksanaan penjaringan tersebut juga menindaklanjuti arahan Sekretaris Kabupaten PPU agar setiap SKPD memiliki setidaknya satu inovasi setiap tahun.

“Terutama yang berkaitan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM),” tegasnya.

Anita menambahkan, inovasi yang dinilai tidak harus berbentuk aplikasi atau menggunakan teknologi digital. Menurutnya, sebuah inovasi dapat dinilai dari kemampuan menghadirkan perubahan maupun solusi yang membuat pelayanan menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien.

Di lingkungan sekolah, misalnya, sejumlah inovasi yang muncul antara lain pemilahan sampah, program guru kecil, serta pengembangan sekolah inklusif. Sementara di bidang kesehatan terdapat inovasi layanan respons cepat penanganan Tuberkulosis (TBC) berbasis WhatsApp.

“Jadi inovasi tidak selalu harus berupa aplikasi. Yang terpenting ada pembaruan dan memberikan manfaat dalam pelayanan,” jelasnya.

Saat ini, proses penetapan pemenang masih dalam tahap pemrosesan Surat Keputusan (SK) Bupati PPU. Pemenang nantinya akan dikelompokkan dalam tiga kategori, yakni Ongoing, untuk inovasi yang telah berjalan selama satu tahun; Mature, bagi inovasi yang telah berjalan lebih dari dua tahun; serta Kategori Ide (Initial) bagi inovasi yang masih dalam tahap gagasan.

Penilaian dilakukan menggunakan 20 indikator yang mengacu pada instrumen Kementerian Dalam Negeri. Hasil penjaringan tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan PPU dalam menghadapi ajang Innovative Government Award (IGA).

Bapelitbang PPU berharap meningkatnya jumlah inovasi tidak berhenti pada proses penjaringan dan perlombaan, tetapi dapat terus dikembangkan serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan semakin banyaknya perangkat daerah dan satuan pendidikan yang menghasilkan inovasi, budaya pembaruan di lingkungan pemerintahan dan pelayanan publik diharapkan semakin kuat. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *