Bupati PPU Mudyat Noor. (Dok. Humas Setkab PPU)
JAKARTA – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor melakukan audiensi bersama Kementerian Infrastruktur di ruang rapat lantai IV Gedung Kementerian Infrastruktur, Rabu (23/9/2026) kemarin.
Pertemuan tersebut membahas potensi wilayah sekaligus arah pembangunan Kabupaten PPU ke depan.
Dalam audiensi itu, Pemerintah Kabupaten PPU menyampaikan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur yang dinilai strategis untuk mendukung konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Beberapa agenda pembangunan yang menjadi perhatian antara lain peningkatan konektivitas Jembatan Riko, pembangunan Pelabuhan Nenang, pengembangan fungsi Bandara VVIP, serta dukungan terhadap sejumlah sektor unggulan daerah.
Bupati Mudyat Noor dalam paparannya menyampaikan berbagai potensi strategis yang dimiliki Kabupaten PPU. Selain itu, pemerintah daerah juga memaparkan kebutuhan pembangunan infrastruktur yang dinilai penting untuk menunjang pemerataan pembangunan di seluruh wilayah PPU.
Dari sejumlah usulan yang dibahas, pembangunan Pelabuhan Nenang dan Jembatan Riko menjadi dua agenda yang mendapat perhatian khusus. Kedua infrastruktur tersebut dinilai memiliki keterkaitan dengan pengembangan konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Secara historis, kawasan Riko dan sejumlah akses menuju kawasan industri serta pelabuhan memang telah masuk dalam berbagai dokumen perencanaan pembangunan PPU. Dokumen perencanaan daerah juga mencatat pentingnya pengembangan konektivitas jalan dan jembatan di kawasan tersebut.
Pemerintah daerah menilai pembangunan Pelabuhan Nenang berpotensi memberikan dampak terhadap aktivitas perekonomian apabila dapat direalisasikan. Lokasi pelabuhan yang dinilai strategis juga menjadi salah satu pertimbangan dalam pembahasan bersama pemerintah pusat.
“Pelabuhan Nenang ini pak, jika nanti dapat terbangun maka sebenarnya ini adalah makanan bagi kami di daerah, karena posisi pelabuhan ini sangat strategis dan tidak mengganggu alur pelayaran yang melintasi Teluk Balikpapan,” ujar Bupati Mudyat Noor dalam keterangannya.
Selain pelabuhan, peningkatan konektivitas melalui Jembatan Riko juga dipandang penting untuk membuka akses dan memperlancar mobilitas masyarakat maupun kegiatan ekonomi. Infrastruktur jalan dan jembatan sebelumnya juga telah menjadi bagian dari program pembangunan PPU untuk menghubungkan kawasan industri, permukiman dan akses menuju wilayah pesisir.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten PPU dalam menyampaikan kebutuhan pembangunan daerah kepada pemerintah pusat. Melalui koordinasi dan sinergi lintas pemerintahan, berbagai usulan infrastruktur diharapkan dapat dikaji lebih lanjut sesuai perencanaan, kebutuhan wilayah, serta ketentuan pembangunan yang berlaku.
Dengan penguatan konektivitas, pengembangan pelabuhan dan optimalisasi infrastruktur lainnya, Pemkab PPU terus mendorong pembangunan yang dapat memperkuat aktivitas ekonomi sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara. (ADV)
