PPU Masuk Kajian TCDP JICA, Integrasi Pembangunan IKN Jadi Perhatian

Suasana rapat Bapelitbang PPU bersama rombongan JICA

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) mendorong integrasi perencanaan pembangunan daerah dengan pengembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui kajian Three City Development Plan (TCDP) yang didukung Japan International Cooperation Agency (JICA).

Kajian tersebut mencakup pengembangan kawasan perkotaan Balikpapan, Samarinda dan IKN, serta melibatkan PPU dan Kutai Kartanegara (Kukar) yang memiliki keterkaitan kewilayahan dengan kawasan IKN.

Sekretaris Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) PPU Arif Afandi, mengatakan keterlibatan PPU dalam kajian TCDP penting untuk memastikan arah pembangunan daerah selaras dengan perencanaan nasional dan pengembangan kawasan di sekitar IKN.

“Secara kewilayahan, Kabupaten Penajam Paser Utara sangat punya kepentingan besar dalam rencana pengembangan TCDP ini. Ke depan, semua sektor yang akan dibangun di PPU harus betul-betul tersinkron dengan perencanaan secara nasional,” kata Arif seusai menerima kunjungan Tim Ahli JICA, Kamis (24/9/2026).

Menurutnya, konsep awal TCDP mencakup tiga kawasan perkotaan, yakni Balikpapan, Samarinda, dan IKN. Dalam perkembangannya, PPU dan Kukar turut didorong masuk dalam perencanaan karena kedua wilayah tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan delineasi kawasan IKN.

Pembahasan TCDP juga berkaitan dengan pengembangan kawasan Sasamba, yang menghubungkan Balikpapan, Samarinda, dan Samboja melalui konsep pengembangan regional. Delineasi kawasan tersebut turut mencakup wilayah PPU.

Bapelitbang PPU telah menyerahkan sejumlah data kepada tim ahli JICA dari Jepang sebagai bahan kajian dan persiapan kegiatan percontohan (pilot activity). Data yang disampaikan meliputi kependudukan, sektor pendidikan, dan pengembangan infrastruktur.

Salah satu fokus pembahasan ialah proyeksi pertumbuhan penduduk PPU hingga 2045. Arif menyebut jumlah penduduk PPU diproyeksikan mencapai sekitar 370.000 jiwa pada 2045, meningkat dari jumlah saat ini yang berada di kisaran 206.000 jiwa.

Namun, ia menilai perkembangan IKN dan dinamika pembangunan di Kalimantan Timur akan memengaruhi pertumbuhan penduduk di PPU.

“Kami berharap dari dampak IKN ini, pertumbuhan penduduk pasti akan fluktuatif, sejauh mana nanti IKN ini betul-betul berjalan di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Arif menjelaskan, salah satu manfaat strategis kajian TCDP bagi PPU ialah tersusunnya dokumen perencanaan pembangunan yang terintegrasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Dokumen tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan pembangunan kawasan, baik pada tingkat regional maupun nasional.

Integrasi antarwilayah menjadi kebutuhan penting bagi PPU untuk memastikan daerah dapat mengikuti perkembangan kawasan sekitar IKN. Penyelarasan perencanaan diperlukan agar pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri dan potensi daerah dapat dikembangkan sesuai kebutuhan kawasan.

“Intinya, kepentingan kita adalah integrasi antarwilayah. Karena kalau konsepnya tidak terintegrasi antarwilayah, PPU akan tertinggal juga akhirnya,” tuturnya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *