Bapelitbang PPU Dampingi Bupati Mudyat Bahas Infrastruktur Strategis Bersama Kemenko Infra

Plt Kepala Bapelitbang PPU, Ade Rianto Embongbulan (tengah berkacamata) saat mendampingi Bupati PPU, Mudyat Noor di Ruang Rapat Lantai IV Gedung Kemenko Infra. (istimewa)

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur strategis, termasuk Jembatan Sungai Riko dan Pelabuhan Nenang. Usulan tersebut disampaikan Bupati PPU Mudyat Noor dalam audiensi bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) di Jakarta, Rabu (23/9/2026) lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) PPU, Ade Rianto Embongbulan, turut mendampingi Bupati PPU dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai IV Gedung Kemenko Infra tersebut.

Ade mengatakan, kehadiran Bapelitbang dalam audiensi tersebut berkaitan dengan peran perangkat daerah dalam mendukung perencanaan dan pengembangan pembangunan daerah.

“Jadi kemarin kami di Bapelitbang turut mendampingi Pak Bupati dalam kegiatan audiensi dengan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan,” ungkapnya, Jumat (25/9/2026).

Ia menjelaskan, pertemuan tersebut menjadi ruang penyampaian sejumlah usulan pembangunan PPU kepada pemerintah pusat. Usulan itu mencakup penguatan konektivitas wilayah, pengembangan infrastruktur pelabuhan dan bandara serta dukungan terhadap sektor unggulan daerah.

“Ada beberapa poin penting yang Pak Bupati sampaikan dalam audiensi itu, salah satunya terkait Jembatan Riko,” ujarnya.

Selain Jembatan Riko, pembangunan Pelabuhan Nenang dan pengembangan fungsi Bandara VVIP juga menjadi bagian dari usulan yang dibahas. Infrastruktur tersebut diproyeksikan mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi di PPU.

Sementara itu, Bupati Mudyat Noor dalam paparannya menyampaikan berbagai potensi strategis yang dimiliki Kabupaten PPU. Selain itu, pemerintah daerah juga memaparkan kebutuhan pembangunan infrastruktur yang dinilai penting untuk menunjang pemerataan pembangunan di seluruh wilayah PPU.

Dari sejumlah usulan yang dibahas, pembangunan Pelabuhan Nenang dan Jembatan Riko menjadi dua agenda yang mendapat perhatian khusus. Kedua infrastruktur tersebut dinilai memiliki keterkaitan dengan pengembangan konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Secara historis, kawasan Riko dan sejumlah akses menuju kawasan industri serta pelabuhan memang telah masuk dalam berbagai dokumen perencanaan pembangunan PPU. Dokumen perencanaan daerah juga mencatat pentingnya pengembangan konektivitas jalan dan jembatan di kawasan tersebut.

Pemerintah daerah menilai pembangunan Pelabuhan Nenang berpotensi memberikan dampak terhadap aktivitas perekonomian apabila dapat direalisasikan. Lokasi pelabuhan yang dinilai strategis juga menjadi salah satu pertimbangan dalam pembahasan bersama pemerintah pusat.

“Pelabuhan Nenang ini pak, jika nanti dapat terbangun maka sebenarnya ini adalah makanan bagi kami di daerah, karena posisi pelabuhan ini sangat strategis dan tidak mengganggu alur pelayaran yang melintasi Teluk Balikpapan,” ujar Bupati Mudyat Noor dalam keterangannya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *