BPBD PPU dan Tim Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla Seluas 0,61 Hektare di Gunung Seteleng

Dok. Pusdalops BPBD PPU

PENAJAM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama tim gabungan berhasil melaksanakan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di RT 07, Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu (11/10/2026).

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 07.00 WITA tersebut menghanguskan lahan seluas kurang lebih 0,61 hektare. Berdasarkan laporan kejadian, material yang terbakar merupakan lahan gambut tipis yang ditumbuhi semak belukar dan pepohonan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila, melalui penanganan tim di lapangan terus mengedepankan koordinasi lintas instansi agar proses pemadaman dapat berjalan efektif dan kondisi di lokasi segera terkendali.

Laporan kejadian diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) pada pukul 07.43 WITA. Setelah menerima laporan, tim BPBD langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk melakukan penanganan kebakaran.

“Upaya pemadaman dilakukan menggunakan mobil pemadam kebakaran dari DPKP Pos Penajam dan Dinas Pertanian melalui Brigade Karlabun. Sementara itu, kebutuhan pasokan air didukung oleh mobil tangki dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DISPERKIMTAN) serta BPBD PPU,” jelasnya.

Lanjut dia, penanganan di lapangan melibatkan sejumlah unsur, yakni DPKP Pos Penajam, DISTAN Brigade Karlabun, BPBD PPU, DISPERKIMTAN, Polres PPU, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, serta Ketua RT 07 Kelurahan Gunung Seteleng. Sinergi berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pemadaman dan memastikan penanganan berjalan secara terkoordinasi.

“Dukungan sarana dan prasarana juga dikerahkan sesuai kebutuhan. DPKP Pos Penajam menurunkan dua unit mobil pemadam dan satu unit mobil operasional. DISTAN Brigade Karlabun mengerahkan satu unit mobil pemadam, satu unit mobil slip-on, dan satu unit motor trail,” terangnya.

Sementara itu ucap dia, BPBD PPU mengerahkan satu unit mobil tangki, dua unit mobil operasional, serta satu unit motor operasional. DISPERKIMTAN turut mendukung dengan dua unit mobil tangki, sedangkan Polres PPU dan Bhabinkamtibmas masing-masing mengerahkan satu unit kendaraan operasional.

Lanjutnya, berkat koordinasi dan kerja sama tim gabungan, proses pemadaman dan pendinginan berhasil diselesaikan pada pukul 14.30 WITA. Setelah kegiatan selesai, seluruh personel kembali ke pos masing-masing.

Berdasarkan pemantauan visual setelah penanganan, lokasi karhutla dilaporkan sudah tidak menunjukkan titik asap yang berpotensi menimbulkan titik api baru. Meski demikian, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan tetap penting, terutama pada kawasan gambut dan semak belukar yang rentan terbakar.

“Adapun penyebab kebakaran hingga laporan dibuat masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Lahan yang terbakar diketahui merupakan milik almarhum Bapak Sutiman, yang beralamat di Kelurahan Petung,” ucapnya.

Melalui penanganan terpadu ini, BPBD PPU bersama seluruh unsur terkait menunjukkan pentingnya respons cepat, koordinasi lintas instansi, serta dukungan sarana pemadaman dalam menghadapi kejadian karhutla.

Masyarakat juga diharapkan berperan aktif dalam mencegah kebakaran dengan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.

“BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga lingkungan guna meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan,” tutupnya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *