PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak kebakaran permukiman di RT 04, Kelurahan Riko, Kecamatan Penajam pada Senin, (12/10/2026) kemarin.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk respons pemerintah daerah dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat setelah musibah kebakaran yang terjadi pada Minggu (11/10/2026) lalu.
Berdasarkan laporan BPBD PPU, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.50 WITA. Peristiwa tersebut berdampak pada empat unit rumah warga, dengan rincian tiga rumah mengalami kerusakan berat hingga habis terbakar dan satu rumah mengalami kerusakan ringan pada bagian dinding dapur.
Akibat kejadian itu, sebanyak empat kepala keluarga (KK) atau 20 jiwa terdampak. Warga yang mengalami dampak terberat kehilangan tempat tinggal beserta barang-barang di dalam rumah akibat kobaran api. Kondisi tersebut mendorong perlunya penanganan cepat agar kebutuhan dasar keluarga terdampak tetap dapat terpenuhi.
“BPBD PPU mendistribusikan sejumlah kebutuhan pokok dan perlengkapan dasar bagi para korban, mulai dari beras sebanyak 80 kilogram, 12 dus mi instan, delapan rak telur, serta empat paket sembako,” ucap Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila dalam laporannya.
Selain bahan pangan, bantuan juga mencakup empat kotak masker KN95, satu paket balita, empat buah selimut, empat buah tikar atau matras, delapan tas BNPB, serta 28 botol hand sanitizer. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga terdampak dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan pascakebakaran.
Kegiatan penyaluran bantuan melibatkan BPBD PPU, Lurah Riko beserta staf kelurahan, Babinsa, Ketua RT 04 Riko, serta warga penerima bantuan. Untuk mendukung penanganan di lapangan, BPBD PPU mengerahkan dua unit mobil operasional, Kelurahan Riko satu unit mobil operasional, dan Babinsa satu unit sepeda motor trail.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat yang tertimpa bencana memperoleh perhatian dan bantuan sesuai kebutuhan. Koordinasi antara BPBD, pemerintah kelurahan, aparat kewilayahan, dan masyarakat menjadi unsur penting agar proses penyaluran bantuan berjalan tertib dan tepat sasaran.
Melalui penanganan tersebut, Pemkab PPU diharapkan dapat terus memperkuat respons kebencanaan, mulai dari pendataan warga terdampak, distribusi bantuan darurat, hingga koordinasi untuk mendukung pemulihan kehidupan masyarakat setelah bencana.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran permukiman, termasuk dengan memastikan instalasi listrik dan sumber api di lingkungan rumah dalam kondisi aman.
“Kewaspadaan serta kepedulian bersama menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko dan dampak bencana di lingkungan tempat tinggal,” tutupnya. (ADV)
