Lahan Pertanian PPU Luas tetapi Kekurangan Air, Pemkab Dorong Pembangunan Bendung Gerak Telake

Lahan Pertanian

PENAJAM – Keterbatasan pasokan air masih menjadi tantangan dalam pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah mengusulkan pembangunan Bendung Gerak Telake guna mendukung sistem pengairan dan meningkatkan produktivitas lahan.

Sekretaris Bapelitbang PPU, Arif Afandi, mengatakan penguatan sektor pertanian merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mendorong pengembangan hasil pertanian.

Menurutnya, berbagai program telah dipersiapkan, mulai dari penyediaan bibit unggul, penguatan lahan percontohan atau demplot, hingga kerja sama pengembangan pertanian.

“Untuk program-program pertanian, saat ini kita beberapa program sektoral bidang pertanian sudah kita dorong, yaitu penguatan untuk hilirisasi pertanian,” ujarnya.

Ia menyebut salah satu kegiatan percontohan pertanian mencakup lahan sekitar 50 hektare melalui kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Selain penguatan produksi, pemerintah daerah menaruh perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur pengairan yang dinilai penting untuk menjamin keberlanjutan kegiatan pertanian.

“Kita usulkan dari sisi pembangunan Bendungan Gerak Telake, supaya ekosistem distribusi air lancar, karena masalah utama kita adalah persoalan air,” jelasnya.

Arif mengakui bahwa potensi lahan pertanian di PPU cukup besar. Namun, pemanfaatannya belum optimal karena sebagian kegiatan pertanian masih bergantung pada curah hujan.

“Lahan pertanian kita luas, cuma airnya tidak ada karena masih mengandalkan air hujan,” ungkapnya.

Selain keterbatasan air, kondisi tanah sawah yang cenderung asam juga menjadi persoalan yang memerlukan penanganan melalui pendekatan teknis pertanian.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong penguatan sektor pertanian secara menyeluruh, baik melalui pembangunan infrastruktur pendukung maupun peningkatan kualitas produksi.

Penyediaan sistem pengairan yang lebih memadai diharapkan mampu mendukung kegiatan pertanian sepanjang musim serta mengurangi ketergantungan petani terhadap air tadah hujan. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *