Dok. Humas Setkab PPU
PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berupaya memastikan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat setempat. Pemerintah daerah tidak ingin pertumbuhan investasi dan industri hanya terlihat dari pembangunan kawasan, tetapi juga harus mampu membuka lapangan kerja, memperkuat usaha masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan warga.
Bupati PPU, Mudyat Noor, menegaskan bahwa masyarakat lokal harus menjadi bagian penting dari perkembangan ekonomi yang berlangsung di sekitar IKN. Karena itu, arah pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada upaya menarik investor, tetapi juga mempersiapkan sumber daya manusia dan pelaku usaha lokal agar mampu mengambil peluang yang tersedia.
Hal tersebut disampaikan Mudyat dalam Talkshow Zona Inspirasi Kompas TV bertema Penajam Paser Utara, Menata Masa Depan, Rabu (4/11/2026).
Menurut Mudyat, salah satu strategi yang disiapkan pemerintah daerah adalah mengembangkan Kawasan Industri Buluminung sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kawasan ini diharapkan menjadi ruang berkembangnya berbagai kegiatan industri yang terhubung dengan kebutuhan pembangunan IKN maupun potensi ekonomi daerah.
Pemkab PPU membidik sejumlah sektor potensial, mulai dari industri material konstruksi, pengolahan hasil pertanian dan perkebunan, industri kimia maju berbasis lemak nabati, hingga energi rendah karbon. Pengembangan sektor tersebut diharapkan membuka peluang usaha sekaligus menciptakan kebutuhan tenaga kerja dengan beragam kualifikasi.
Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan masyarakat. Pemerintah daerah berencana mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja melalui pelatihan vokasi dan sertifikasi kompetensi agar warga PPU memiliki kemampuan sesuai kebutuhan dunia industri.
“Kita ingin masyarakat PPU menjadi bagian dari rantai nilai ekonomi IKN, bukan hanya menjadi penonton dari perkembangan pembangunan yang berlangsung di wilayahnya sendiri,” tegas Mudyat.
Selain tenaga kerja, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga diproyeksikan mengambil peran dalam ekosistem ekonomi baru tersebut. Peluang keterlibatan UMKM terbuka melalui penyediaan kebutuhan pangan, katering, transportasi, logistik, jasa konstruksi pendukung, serta berbagai layanan yang dibutuhkan aktivitas industri dan pembangunan kawasan.
Dengan keterlibatan tersebut, perputaran ekonomi diharapkan tidak hanya dinikmati perusahaan berskala besar, tetapi turut menggerakkan usaha masyarakat. Pemerintah daerah ingin pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk berkembang melalui kemitraan dan keterlibatan dalam rantai pasok industri.
Untuk mendukung terbentuknya ekosistem investasi, Pemkab PPU juga menyiapkan pengembangan Kawasan Industri Buluminung dengan memanfaatkan keunggulan geografis dan konektivitas wilayah. Keberadaan Jembatan Pulau Balang serta Pelabuhan Buluminung menjadi modal penting dalam memperkuat akses distribusi barang dan jasa.
Penguatan infrastruktur juga diarahkan pada sejumlah ruas jalan strategis, antara lain Penajam–Petung, Waru–Babulu, Silkar–Riko, serta jalur Penajam–Jenebora–Gersik–Pantai Lango menuju kawasan Pulau Balang. Pengembangan Coastal Road, optimalisasi Pelabuhan Buluminung dan Pelabuhan Nenang, serta peningkatan layanan air bersih turut menjadi bagian dari agenda pendukung.
Mudyat mengakui, mewujudkan seluruh rencana tersebut membutuhkan perencanaan matang dan dukungan pembiayaan dari berbagai pihak. Keterbatasan fiskal daerah, kesiapan lahan, dokumen teknis, perizinan, hingga pembagian kewenangan masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan secara bertahap.
Karena itu, pemerintah daerah terus membangun koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk memperjuangkan dukungan pembangunan infrastruktur, fasilitas pelabuhan, logistik, pendidikan, kesehatan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
PPU juga memiliki peluang strategis melalui keterkaitannya dengan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Sasamba yang disusun Kementerian ATR/BPN serta Master Plan Tri City Development Plan (TCDP) yang melibatkan Japan International Cooperation Agency (JICA) bersama Bappenas.
Mudyat menegaskan, keberhasilan pembangunan PPU tidak cukup diukur dari besarnya investasi yang masuk maupun bertambahnya kawasan industri. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana pembangunan tersebut mampu menciptakan kesempatan kerja, memperluas ruang usaha, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Melalui pengembangan pusat-pusat pertumbuhan baru, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta penguatan UMKM, Pemkab PPU ingin membangun posisi daerah sebagai bagian aktif dari ekosistem ekonomi IKN.
“Kita tidak boleh hanya menjadi daerah yang berada di sekitar IKN. Kita harus menjadi daerah yang tumbuh, berkembang, dan sejahtera bersama IKN. Inilah semangat Gerbang Nusantara yang ingin kita wujudkan,” pungkasnya. (ADV)
