SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, meresmikan pembukaan Mal Pelayanan Publik (MPP) di gedung barunya yang berlokasi di Jalan Pahlawan. Peresmian ini juga menjadi rangkaian HUT Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda ke-62 dan Hari Jadi Kota Samarinda ke-354 yang dilakukan pada Senin, (24/1/2022).
Sebelum diresmikan, Andi yang didampingi Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso dan Forkopimda melihat kondisi per lantainya. Ia menerangkan bahwa keseluruhan bangunan terhitung baik. Meskipun begitu, masih ada peningkatan fasilitas yang diperlukan. Yaitu, penambahan jumlah lift dan toilet. Diketahui, lift yang saat ini beroperasi masih hanya 1 dengan kapasitas maksimal 7 orang.
“Insya Allah kalau tidak sempat di tahun ini, di APBD perubahan atau di APBD Murni 2023. Ini bagian dari mempermudah pelayanan perizinan,” ucapnya.
Namun secara umum, Andi bersyukur MPP sudah pindah ke gedung yang baru. Sebelumnya, MPP masih ikut tergabung di Gedung Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Samarinda Jalan Basuki Rahmat. Dengan adanya gedung baru, maka fasilitas MPP bisa lebih dimaksimalkan. Apalagi, bangunan tersebut terhitung luas.
Fasilitas pelayanan di gedung tersebut tersebar di 3 lantai. Ada 163 OPD dan non-OPD yang memiliki ruang perwakilan untuk masyarakat dalam pengajuan perizinan usaha dan non usaha. Di lantai pertama, ada pelayanan perizinan berusaha dan non berusaha, ada pula loket dari Bank Kaltimtara. Lantai kedua, ada layanan Kementerian dan Lembaga. Seperti,PLN, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Lantai 3 untuk OPD.
Selain kantor pelayanan publiknya, ada fasilitas kesehatan, fasilitas playground, ruang nikah, ruang laktasi, dan fasilitas bagi penyandang disabilitas. Bahkan, di gedung baru in, terdapat fasilitas co-working space untuk pengunjung MPP di lantai 3.
Secara umum, MPP dibentuk ini untuk mempermudah urusan perizinan bagi masyarakat dan mengefektifkan pelayanan publik. Seluruh proses perizinan saat ini dilakukan secara online. Jadi, sistem ini akan memperkecil terjadinya kemungkinan hubungan transaksional. Seperti pungutan liar (pungli) dan penyuapan yang memang sering terjadi di sektor perizinan.
“Kami berharap, terjadinya peningkatan pendapatan dari semua proses pelayanan publik yang serba cepat, tidak terlalu birokratif, serta kemudahan orang untuk menikmati pelayanan ini,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Samarinda Jusmaramdhana, mengakui MPP ‘baru’ ini belum sepenuhnya dilakukan secara online. Karena beberapa tenant belum mampu. Tetapi, Jusmaramdhana memastikan keseluruhan pelaynanan dimaksimalkan untuk layanan onlinenya.
Ia juga menyatakan, ada beberapa fasilitas terbaru yang disajikan oleh DPMPTSP. Yaitu, masyarakat bisa berkomunikasi secara virtual alias video call. Pelayanan ini dilakukan melalui aplikasi Virtual Plaza.
“Jadi dari rumah, masyarakat bisa video call. Itu kami ada aksesnya. Itu kami perkenalkan ke masyarakat saat 2021 lalu. Sekarang kami coba untuk optimalkan. Terus kami benahi,” terangnya.
Jusmaramdhana berharap dengan pindahnya MPP di gedung baru ini, masyarakat lebih merasa nyaman dan terlayani lebih maksimal.
“Semoga dengan adanya gedung baru ini, masyarakat merasa nyaman dan terlayani. Petugas akan terus kami maksimalkan untuk melayani dengan ramah. Sebab fasilitasnya sudah ramah ini,” tutupnya. (DSY)
