Wali Kota Ajak Peserta Rakornis Pariwisata dan Ekraf se-Kaltim Habiskan Duit di Samarinda   

SAMARINDA – Kota Samarinda terpilih menjadi tuan rumah dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Tahun 2022 se- Kalimantan Timur (Kaltim) yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kaltim.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, hadir dalam pembukaan Rakornis yang diadakan di Hotel Harris Samarinda pada Senin,(15/03/2022), malam tadi. Acara ini juga dihadiri dengan perwakilan tiap Dinas Pariwisata 10 kabupaten-kota se-Kaltim.

Ketika sambutan, Andi sempat melontarkan candaan yang membuat tamu undangan tertawa. Karena candaan tersebut terselip promosi ekonomi kreatif Kota Samarinda.

“Ini saya korek habis dompet bapak ibu sekalian di sini. Sebelum pulang ke daerahnya, beli oleh-oleh banyak dari Samarinda untuk dikasih ke keluarga,”candanya.

Dikonfirmasi kembali setelah acara usai, Andi mengakui banyak sekali produk ekonomi kreatif yang menarik di Kota Samarinda. Terutama, kerajinan tangan dan kuliner.

Berbicara tentang kerajinan. Ada sarung Samarinda. Andi menyatakan sarung Samarinda menjadi produk ekraf yang memiliki nilai daya saing tinggi,  bahkan bisa menjadi media promosi ke wisatawan dalam negeri ataupun luar negeri.

“Mungkin nanti akan ada berbahan katun yang didesain menjadi baju batik, pengikat kepala, atau menjadi sarung bantal,”ujar mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim ini.

Berlanjut kepada tas Anjat khas suku Dayak. Ini menjadi salah satu produk kerajinan tangan yang ikonik. Namun, Andi tidak ingin berhenti di situ. Ia menginginkan produk khas Dayak ini memiliki banyak variasi. Dari ukuran tasnya, sampai menjadi produk hiasan di rumah.

“Produk kerajinan tangan jika dipackaging dengan baik akan  memikiki daya saing yang tinggi dan bisa jadi produk ekraf yang tidak kalah uniknya. Yang penting itu butuh pendampingan dan kreativitas,” lanjutnya.

Bergeser ke bidang kuliner. Salah satu kuliner yang paling terkenal di Samarinda adalah nasi kuning. Dengan cita rasa yang berbeda dari nasi kuning di daerah lainnya.

“Kalau orang sudah mencicipi, pasti akan terkesan selamanya. Saya yakin nasi kuning Samarinda terenak di Indonesia,”tegas Andi.

Dalam meningkatkan minat wisatawan, pengemasan nasi kuning akan lebih ditingkatkan. Unsur higienitas dan tak ada zat kimia yang terkandung menjadi kunci utama.

Terakhir adalah pisang gapit. Pisang yang dipanggang dan dilumuri saus berbahan dasar santan dan gula merah memang menggoyang lidah. Bahkan, cemilan ini tidak ada di daerah lainnya.

“Saya yakin banyaknya produk-produk khas ini akan membuat wisatawan tertarik untuk liburan ke Samarinda,”tutupnya.(DSY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *