SAMARINDA – Masyarakat dibuat resah, karena kenaikan harga tabung gas elpiji dan kedelai yang terjadi sejak beberapa hari terakhir.
Dengan kondisi ini, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Provinsi Kaltim HM Robyan Noor meminta masyarakat Kaltim tetap tenang.
Karena menurut dia, persediaan tabung gas elpiji dan kedelai masih cukup.
“Persoalan elpiji ini tidak usah khawatir, karena grand produknya juga diminta secara nasional, sesuai penjelasan Menteri. Jadi, mau puasa ini naik dan itu diberlakukan per tanggal 27 Februari kemarin,” ujarnya, Senin (1/3/2022).
Dikatakannya, kenaikan harga tabung gas elpiji hanya diberlakukan pada tabung non subsidi. Sementara untuk tabung subsidi “melon”, harga jual masih tetap sama.
“Contohnya yang 12 kilo, jadi Rp 168 ribu. Juga yang 5 kilo naik. Tapi jangan khawatir, karena yang subsidi tidak naik. Kenaikan hanya untuk orang mampu saja,” terangnya.
Masih kata dia, pedagang yang mengambil sedikit untung dari penjualan tabung gas elpiji tidak masalah. Yang penting kata dia, stok tabung elpiji tetap ada di pasaran.
“Untuk pedagang, tidak apa-apa untung, yang penting stok ada. Itu saja, karena kalau mau beralih ke yang lain, agak repot dan mahal,” katanya.
Sedang kenaikan harga kedelai, diakuinya, saat ini pihaknya terus berupaya untuk mempertahankan harga tetap dikisaran antara Rp 11 hingga 13 ribu per kilogram. Dan untuk stok kedelai, dirinya juga menjamin persediaan masih cukup.
“Biasanya kedelai memang harganya Rp 8 ribu, sekarang Rp 13 ribu. Tapi kita pertahankan agar bisa antara Rp 11 hingga 13 ribu. Sebenarnya 4 hari mereka sempat demo, tapi tidak masalah. Faktanya produksi tahu tempe jalan lagi, hanya saja ukurannya mengecil. Yang pasti, di Kaltim aman saja,” pungkasnya. (*)
