SAMARINDA – Dari kegiatan Kaltim Berzakat pada Ramadan tahun ini, ditargetkan dapat mengumpulkan zakat dari muzaki (orang yang membayar zakat, red) sebanyak Rp 3 miliar hingga 4 miliar.
Target tersebut hanya untuk di lingkup provinsi Kaltim saja. Sementara, untuk pengumpulan zakat di kabupaten/kota, masing-masing ditangani oleh Badan Amil Zakat setempat.
Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi meminta seluruh OPD di lingkungan Pemprov Kaltim untuk menyalurkan zakatnya melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kaltim.
“Saya sudah berkoordinasi dengan pak Gubernur untuk meminta kepada seluruh Eselon II, III, IV di lingkup provinsi Kaltim untuk menyalurkan zakat profesinya setiap bulan ke Baznas. Ini juga berdasarkan surat edaran pusat,” ujarnya, Kamis 18 April 2022.
Dikatakan mantan Legislator Senayan dan Karang Paci ini, setiap orang yang memiliki penghasilan bruto di atas Rp 6,6 juta, wajib mengeluarkan zakat profesi 2,5 persen. Menurutnya, kebiasaan berzakat baik dilakukan setiap orang.
“Saya kira, itu justru menolong kaum muslim untuk menyalurkan zakat mal secara otomatis. Jadi imbauan kita kepada semua OPD untuk Eselon II,III dan IV. Tapi kalau yang di bawah itu kita khawatir di bawah nisabnya dan tidak memenuhi syarat. Makanya hanya Eselon II, III, IV saja, karena saya yakin gajinya di atas Rp 6,6 juta perbulan karena ada TPP,” terangnya.
Ketua Baznas Kaltim H Ahmad Nabhan mengatakan, untuk Ramadan tahun ini, pihaknya mentargetkan mampu mengumpulkan dana zakat sebesar Rp 3 sampai 4 miliar.
“Sekitar Rp 3 sampai 4 miliar untuk provinsi saja. Kalau untuk daerah, ada upaya yang dilakukan masing-masing kabupaten/kota,” ujarnya.
Penyaluran zakat pada Ramadan tahun ini, dirinya berharap, masyarakat dapat mempercayakan penyaluran zakatnya melalui Baznas Kaltim. Hal ini kata dia, untuk menghindari terjadinya ketimpangan dalam penerimaan zakat. (*)
