SAMARINDA – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kaltim HM Yadi Robyan Noor mengatakan, pihaknya belum menerima keluhan masyarakat mengenai kelangkaan tabung gas “melon” elpiji 3 kilogram.
“Tabung gas sementara ini belum ada masalah,” katanya saat ditemui media ini, Jumat (20/5/2022).
Untuk mengantisipasi kelangkaan tabung “melon”, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim lanjutnya, menggandeng SKK migas untuk melakukan penanganan, pengawasan distribusi tabung “melon” di seluruh kabupaten/kota di Kaltim. Upaya ini dilakukan untuk monitoring kondisi dan situasi perkembangan tabung “melon” di masyarakat.
“Kita sudah rapat bersama. Pak Gubernur, beliau sebagai pemegang kebijakan melalui SKK Migas, dan kami punya tim pengawas untuk membantu pak Gubernur dalam tiga hal. Yaitu berkala, terpadu dan serta-merta laporan,” terangnya.
Namun demikian, dia menyebut, beberapa waktu lalu sempat menerima laporan stok tabung “melon” yang mulai menipis di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Tak menunggu waktu lama, pihaknya berkoordinasi dengan SKK Migas dan langsung mengirimkan tambahan stok tabung ke wilayah tersebut.
“Kemarin Kubar sempat lapor, kami langsung kirim dua truk ke sana. Itu kerjasama dengan SKK migas, ada agen, sub agen, ritel,” katanya lagi.
Distribusi tabung “melon”, menurut Yadi Robyan Noor sejauh sudah tepat sasaran, setelah dibentuknya tim pengawas.
“Sebelum ada tim terpadu pengawasan capaian hanya 55 persen, sekarang 82 persen dan nilai Rp 246 miliar tiap tahun. Dan penerima pun harus sesuai dengan yang ditetapkan, seperti usaha mikro, rumah tangga miskin, nelayan, petani. Di luar itu tidak berhak menerima subsidi,” pungkasnya. (Nys/ADV Diskominfo Kaltim)
