Keberadaan IKN, Berpotensi Munculkan Bencana Baru di Kaltim

SAMARINDA – Selama ini banyak masyarakat menduga bahwa Kalimantan Timur menjadi salah satu daerah teraman dari potensi bencana, seperti gempa bumi, longsor dan sebagainya.

Hal ini dikuatkan dengan masih banyaknya kawasan perhutanan di Kaltim, yang mampu menyerap karbon dioksida yang tinggi. Hutan juga sebagai pemasok oksigen paling besar di permukaan bumi dan manfaat lain, hingga melindungi kawasan dari potensi bencana.

“Kaltim relatif daerah yang dalam hal kebencanaan sangat minim dari longsor, banjir, pergeseran tanah dan gunung meletus. Intinya Kaltim relatif aman terkendali,” ujar Kepala BPBD Provinsi Kaltim Yudha Pranoto, Selasa (5/7/2022).

Tetapi, Yudha mengingatkan seluruh masyarakat Kaltim bahwa potensi bencana bisa saja terjadi. Apalagi dengan Kaltim ditetapkan sebagai Ibukota Nusantara, sehingga akan berdampak pada banyaknya pembangunan, yang mana itu akan mengakibatkan perubahan iklim karena banyaknya hutan yang dialihfungsikan sebagai pusat negara.

“Karena di sini nanti terjadi pusat pembangunan IKN, otomatis akan berdampak dengan perubahan iklim. Pemberantasan hutan ini yang harus kita waspadai, itu yang akan otomatis merubah suasana damai dalam arti kata kebencanaan,” katanya.

Dikatakan, dengan membuka lahan yang dilakukan secara serampangan dan tak terarah, sudah dipastikan Kaltim harus bersiap menghadapi bencana besar.

“Kalau mereka membabi buta (menebang hutan, red), ya bisa saja terjadi bencana. Itu yang mendekatkan kita pada kebencanaan di Kaltim dalam menghadapi pembangunan IKN,” pungkasnya. (Nys/ADV Diskominfo Kaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *