KUKAR – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) meluncurkan aplikasi Si JAJAN (Sistem Informasi Jalan dan Jembatan). Aplikasi ini dirancang oleh Kabid Bina Marga Dinas PU Kukar, Restu Irawan. Dan merupakan bagian dari aksi perubahan diklat yang dikerjakan dalam rangka membantu bupati melaksanakan urusan pemerintahan.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PU Kukar, Restu Irawan menyebutkan bahwa kondisi terkait data jalan dan jembatan di Kukar yang belum tersusun secara sistematis dan rapi, menjadi latar belakang lahirnya aplikasi Si JAJAN. Sehingga diperlukan sistem aplikasi yang mencakup data jalan dan jembatan secara menyeluruh agar memudahkan pengelolaannya.
Tiga tujuan yang ingin dicapai dari aplikasi ini yakni untuk jangka pendek bisa memudahkan akses stakeholder terkait, utamanya masyarakat sebagai pengguna jalan. Tujuan jangka menengah bisa terprogram anggaran khusus pengembangan Si Jajan tahun 2024 mendatang, menggunakan fitur Call Center yang berujung pada partisipasi aktif masyarakat.
Terakhir, tujuan jangka panjang bisa terwujud manajemen satu data jalan dan jembatan di wilayah Kabupaten Kukar untuk menciptakan profesionalisme kinerja PU. “Kita susun ini supaya saat memetakan jalan dan jembatan, Dinas PU sudah memiliki kondisi-kondisi jalan dan jembatan yang ada,” kata Restu.
Lanjut Restu, sistem aplikasi Si Jajan berbasis website GIS pemrograman PHP 5.6 framework codeigniter 3, dengan peta interaktif leaflet.js, yang akan menyajikan informasi jalan dan jembatan secara digital dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara transparan, efektif, efisien, dan akuntabel.
“Saat ini kita sudah memiliki data jalan dan jembatan per 200 meter, dalam satu ruas ketika misalnya ada 1 kilometer secara otomatis data yang detail itu sudah ada 5-6 titik. Nanti ketika akan menangani ruas-ruas berdasarkan data,” terangnya.
Dengan menggunakan aplikasi ini, saat pihaknya akan melakukan usulan pembangunan, maka sudah bisa terlihat secara update. “Ketika kita mengusulkan pekerjaan, menyampaikan keluhan-keluhan sudah berbasis data. Data itu sudah ada dan sudah dipetakan seperti itu,” sambungnya.
Sejak minggu lalu aplikasi Si Jajan sudah bisa diakses melalui laman binamargakukar.com. Dari sosialisasi yang dilakukan Restu, Si Jajan mendapatkan sambutan yang positif dari masyarakat dan stakeholder terkait
“Aplikasi ini juga ada pro dan kontra, ada sesi tanya jawab juga. Kalau ada sanggahan kita langsung perbaiki agar Si Jahan menjadi aplikasi yang mudah digunakan dan gampang diakses,” sebutnya. (adv/kominfokukar/red)
