Kondisi Stadion Palaran Samarinda. (ist)
SAMARINDA – Nasib Stadion Palaran kerap menjadi perbincangan publik, akibat kondisinya yang nampak mangkrak tak terawat. Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listyono pun mengusulkan agar Pemprov Kaltim selaku pihak yang bertanggung jawab atas aset tersebut, bisa berbesar hati untuk menyerahkan pengelolaannya ke pihak ketiga.
Nidya mengusulkan, pengelolaan Stadion Palaran bisa diberikan ke tangan yang lebih professional. Dengan begitu, aset yang dibangun di atas lahan seluas 88 hektare ini bisa dimanfaatkan dengan lebih maksimal.
“Jadi kalau sudah dikelola di tangan yang tepat, pemanfaatannya juga bisa optimal,” ulasnya, Senin (13/11/2023).
Namun sebelum memutuskan untuk melimpahkan pengelolaan, Pemprov Kaltim harus memiliki penghitungan yang sesuai. Pemprov Kaltim juga diminta untuk melakukan kajian mendalam, terhadap berbagai penawaran yang masuk dari pihak ketiga yang berencana mengelola stadion tersebut.
“Bentuk kerja samanya seperti apa itu harus benar-benar dipikirkan. Jangan sampai kepiutusan yang diambil tidak memberikan manfaat, lebih parah kalau keputusannya merugikan daerah,” tegasnya.
Sebagai informasi, Stadion Palaran mulai dibangun sejak 2016 silam untuk kepentingan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII. Kala itu, Kaltim terpilih sebagai tuan rumah PON XVII tahun 2018. Stadion Palaran diresmikan oleh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono pada pertengahan tahun 2008.(ADV DPRD Kaltim)
