SAMARINDA – Rencana untuk mengatur sanksi bagi masyarakat Samarinda yang masih memberikan uang kepada kepada Anak Jalanan (anjal) serta gelandangan dan pengemis (gepeng) mendapat dukungan penuh dari DPRD Samarinda. Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Maswedi menyebut, kemungkinan cara tersebut dapat menjadi jurus ampuh untuk menangani keberadaan anjal dan gepeng di Kota Tepian.
“Semua pihak semestinya berperan dalam menangani anjal dan gepeng, bukan pemerintah saja. Pemerintah lakukan penanganan, tapi masyarakat masih memberi di jalan, ya mereka (anjal dan gepeng) ada terus,” bebernya.
Ia membeberkan bahwa, keberadaan anjal dan gepeng sudah di tahap menganggu keindahan kota, arus lalulintas, dan yang lebih penting keselamatan dari anjal dan gepeng itu sendiri. Ini dikatakannya, mengingat anjal dan gepeng kebanyakan berada di jalan, di simpang-simpang jalan yang ada di Kota Tepian.
“Sebenarnya mereka ini berbahaya, keberadaan mereka di jalanan itu berbahaya bagi keselamatan mereka sendiri. Karena berhadapan langsung dengan berbagai jenis kendaraan yang melintas,” lanjutnya.
Maswedi berharap, dengan diberlakukannya sanksi tersebut, taka da lagi masyarakat yang memberikan uang kepada para anjal dan gepeng. Sehingga keberadaan anjal dan gepeng tersebut bisa berkurang. Langkah tegas menurutnya perlu diambil, mengingat kebanyaka anjal dan gepeng justru bukan merupakan warga Samarinda.
“Karena kalau tidak ada yang kasih uang, mereka pasti perlahan akan meninggalkan profesi tersebut,” pungkasnya. (ADV/DPRD Kota Samarinda)
