Anggota DPRD Samarinda Deni Nilai Bansos Uang Kurang Efektif

SAMARINDA – Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar menyampaikan pandangan terkait efektivitas bantuan sosial (bansos) dalam bentuk uang tunai dibandingkan dengan bahan pokok.

Menurutnya, sebagian orang menganggap bantuan sosial berupa uang tunai lebih efektif, karena masing-masing individu memiliki kebutuhan yang berbeda. Dengan memberikan uang tunai, individu dapat mengatur sendiri prioritas kebutuhannya.
“Kita sudah banyak menemukan kasus dalam memberikan bantuan sosial berupa uang, yang seharusnya dibelikan bahan sembako, tapi dibelikan ke keperluan yang lain, rokok misalnya,” ujar Deni, Selasa (27/2/2024).

Legislator Parta Gerindra ini menyoroti kebutuhan akan penurunan angka kemiskinan ekstrem yang seharusnya memenuhi aspek sandang, pangan, dan papan. Komisi IV juga menerima laporan mengenai bansos uang yang tidak tepat guna.

“Banyak kasus bansos ini dibelikan seperti narkoba, makanya hal ini yang ingin kita hindari kan,” katanya.

Dalam konteks pemenuhan kebutuhan pangan, Deni menyarankan bahwa pemerintah dapat melibatkan warung Kelompok Usaha Bersama (Kube) dalam pengadaan bahan pokok penting (bapokting).

Pengadaan ini menjadi tanggung jawab Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) sebagai upaya nyata untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem.

“Kita berikan pangannya dulu, jadi ketika kita berikan uang, maka kebutuhan pangannya tidak terpenuhi. Tapi kebutuhan lainnya terpenuhi dulu,” jelasnya.

Deni melihat langkah ini sebagai upaya untuk memberikan bansos secara tepat sasaran. Penggunaan voucher dalam pembelian di warung Kube dianggap sebagai langkah yang tepat, di mana hanya orang-orang yang memang berhak bisa menggunakan voucher tersebut.

Ketika membayangkan masa depan, Deni berharap bahwa warung Kube dapat diadakan kembali dengan peningkatan maksimal. Ia juga menginginkan penambahan variasi produk, seperti sayuran, untuk mendukung pemenuhan gizi dan berkontribusi pada perekonomian lokal. (ADV/DPRD Kota Samarinda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *