Musrenbang RKPD 2022, Andi Harun Paparkan Permasalahan Kota Samarinda

SAMARINDA – Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Samarinda tahun 2022 telah di tahap Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kota. Musrenbang digelar di Ballroom Hotel Aston Samarinda pada Selasa, (23/03/2021), pagi ini.

Dalam membuka Musrenbang, Walikota Samarinda Andi Harun mengemukakan beberapa catatan atas permasalahan yang harus dihadapi oleh Kota Samarinda.

Pertama, Banjir Kota Samarinda. Dalam 10 program unggulan yang akan masuk di RKPD diantaranya program pengendalian banjir dan pembangunan sistem drainase modern. Walikota menginginkan adanya sinkronisasi program banjir dari tingkat kelurahan hingga tingkat OPD.

“Jangan sampai walikota sudah kasih sosialisasi, tingkat OPD menjalankan, sekalinya tingkat kelurahan beda program yang tidak sejalan,” jelas Andi Harun.

Meskipun anggaran terbatas, Andi menginginkan seluruhnya terjun agar mengetahui inti masalah banjir tersebut dan secara bertahap menanganinya.

Kedua, papan reklame di trotoar. Andi juga menginginkan dicabutnya papan reklame tersebut.

“Kan bisa dipasang di tempat lain yang diperbolehkan. Nanti lahan yang diperbolehkan bisa bekerjasama dengan pihak swasta soal reklame ini,” papar Andi.

Ketiga, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sungai Pinang akan ditutup. Saat ini, Andi Harun mengakui pihaknya telah menentukan lokasi TPA Abadi. Meskipun, titik tersebut belum bisa dipublikasikan.

Keempat, kenaikan Pendapat Asli Daerah (PAD). Walikota menginginkan adanya kenaikan PAD hingga Rp 1 triliun.

“Kalau bisa  naik hingga Rp 1 triliun. Kalau ada tekanan dari refocusing, kita pertahankan Rp 500 miliar,” pinta Andi.

Salah satu yang digenjot dalam PAD ialah soal retribusi parkir dan pajak parkir. Dengan solusi E – Parking, PAD akan menaik secara signifikan karena bisa mentracking pendapatan tersebut dan tidak bocor. (Adv/DSH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *