TENGGARONG – Bupati Kukar, Edi Damansyah mengapresiasi pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ke-42 berjalan lancer dan sukses dengan ketat protokol Kesehatan (prokes).
Edi mengatakan atas nama pemkab Kukar, ia berterima kasih.
Edi juga memberi penghargaan kepada panitia pelaksanaan MTQ tingkat yang dihelat di Kecamatan Muara Badak.
“Meski dalam situasi pandemi Covid-19, MTQ Kukar bisa berjalan lancer tanpa kendala hingga penutupan,” ungkap dia saat menghadiri hajatan itu, Rabu (3/11/2021).
Bahkan, pada penutupan pun, acara terlaksana dengan meriah, walau dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.
Edi menjelaskan, acara MTQ tahun ini, membawa Kecamatan Tenggarong meraih juara umum dengan poin 60.
Selanjutnya, disusul Kecamatan Muara Badak dengan 59 poin.
Lalu, Kecamatan Loa Janan 59 poin, dan Kecamatan Tenggarong Seberang 35 poin.
Sementara, Kecamatan Muara Jawa merai 30 poin, dan Kecamatan Loa Kulu 25 poin.
Selanjutnya, Kecamatan Anggana 25 poin, Kecamatan Muara Muntai 24 poin, Kecamatan Muara Wis 22 poin, dan Kecamatan Samboja 21 poin.
“Saya memberi apresiasi dan berharap pelaksanaan MTQ ke-43 pada tahun depan di Kecamatan Loa Kulu akan berjalan lancer seperti tahun ini,” harap dia.
Edi mengaku mendapat informasi dari beberapa kafilah di bebrbagai daerah bahwa panitia pelaksanaan MTQ cukup bagus, baik dari segi pelayanan, pemondokan, bahkan warganya juga ramah.
Tak lupa, Edi mengatakan semua pelaksanaan berjalan lancer berkat dukungan dari seluruh warga Muara Badak.
“Saya juga meminta capaian MTQ kali ini harus menjadi dasar untuk melakukan evaluasi, baik LPTQ tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa/kelurahan,” terang dia.
Dijelaskan Edi, beberapa cabang lomba yang semestinya harus diikuti disetiap kecamatan.
Namun, nyatanya tidak ada pesertanya.
“Tapi ia tetap memaklumi pelaksanaan MTQ di tengah pandemi covid-19 ini masih ada batasan-batasan lomba,” terang dia.
Atas hal tersebut, Edi mengaku akan jadi atensinya.
“Saya ingin kedepan semua lomba harus ada pesertanya,” kata dia.
Hal tersebut, tentu menjadi bukti bahwa bakti pembinaan di tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa/kelurahan berjalan dengan baik. (*)
