SAMARINDA – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kaltim Diddy Rusdiansyah Anan mengatakan, persoalan perpindahan guru-guru yang ada di wilayah pedalaman ke sekolah yang ada di kota menyebabkan banyak sekolah di pedalaman kosong.
Hal itu terjadi karena guru-guru di sana ingin mengisi formasi tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) guru di sekolah yang ada di kota.
“Itu masalah yang ada, guru-guru yang pindah sekolah. Mereka tidak mengisi formasi yang ada di sekolahnya, karena memang tidak ada formasi di sana, datanya pun signifikan. Guru di pedalaman masuk ke kota, jadi di pedalaman kosong,” ujar Diddy Rusdiansyah Anan, Rabu (23/2/2022).
Dikatakannya, belum jelasnya anggaran gaji untuk tenaga P3K guru hingga saat ini, bisa saja berdampak pada tidak akan dibukanya formasi tenaga P3K guru untuk tahun 2022 di Kaltim.
Selama ini, kata Diddy, untuk anggaran gaji tenaga P3K guru di Kaltim terpaksa diambil dari APBD.
“Makanya, jika tahap 3 dilakukan untuk formasi tahun 2022 dibatalkan, maka kami fokus hanya sisa tahap 3 saja. Kita tidak buka formasi selanjutnya, karena kita belum memiliki kejelasan anggarannya,” terangnya.
“Selama ini kita mengambil pembiayaan dan tunjangan yang sesuai ketentuan. Makanya kami mempertanyakan kelanjutan ini, kalau 5 tahun ke depan, maka kami tidak sanggup. Kecuali anggaran jelas,” sambungnya.
Diddy Rusdiansyah menyebut, tahun 2021 lalu formasi tenaga P3K di Kaltim sebanyak 8.650 orang, sementara formasi yang tersedia hanya 1.611 orang.
“Dari yang kita sampaikan ke pemerintah pusat, ada 2.045 orang yang direkrut, terbanyak dari guru. Sedang tenaga pendidikan tidak kita masukkan. Pelaksanaan dibagi 3 tahap. Tahap pertama yang lulus 688 orang, 3 mundur. Tahap kedua 1.985 orang, sedang formasi yang tersedia 1.357 orang. Tapi yang lulus 513 orang, 3 mundur. Nah dari akumulasi tahap satu dan dua, ada 849 orang P3K di tahap tiga yang direkrut,” bebernya.
Sedang untuk CPNS di Kaltim, kata dia, ada sebanyak 2.074 orang yang mendaftar, tapi yang lulus hanya 98 orang.
“Yang lulus sampai tahap SKB hanya 97, sedangkan 1 formasi tidak terisi akibat kesalahan teknis peserta,” pungkasnya. (*)
