Ketua Forum Kewaspadaan Dini  Masyarakat Kukar Sebut IKN Buah Rezeki Masyarakat Kaltim

SAMARINDA – Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) turut menanggapi hadirnya IKN di Kalimantan Timur. “IKN bagai sebuah rejeki sehingga, jangan sampai lepas dari tangan masyarakat Kaltim” ungkap Drs. Muhidin, M.Hum di Tenggarong, Rabu (2/3/2022)

FKDM Kukar  secara rutin melakukan kordinasi dengan FKDM  18  Kecamatan di Kabupaten Kukar khususnya dlm rangka  mengantisipasi  potensi  rawan konflik golongan dan anggota  masyarakat pasca penetapan IKN. Sejauh ini wilayah  Kukar relatif kondusif. Bisa dikatakan  termasuk rendah tingkat kriminalitasnya. Meskipun latar belakang  warga masyarakatnya beragam etnis, agama dan budayanya. Dengan adanya  kebijakan penetapan wilayah  IKN di  Kaltim,  tentu masyarakat menunggu kejelasan dan realisasi pelaksanaannya. Namun pada  prinsipnya, semua masyarakat sangat  setuju  dan mendukung kebijakan Presiden Jokowi  yang menetapkan sebagian wilayah PPU  dan Kukar sebagai IKN  yang baru menggantikan Jakarta.

Keputusan pemindahan IKN yg tertuang dlm peraturan  UU No. 3/Th 2022 merupakan bukti nyata  bahwa  pemerintah Jokowi  memiliki kepedulian terhadap kesetaraan pembangunan di wilayah luar  Jawa. Khususnya, bagi  masyarakat Kaltim akan sangat merasakan manfaat  kepindahan IKN tersebut. Dimana fokus  pembangunan IKN memberikan dampak peluang kerja dan pengembangan sektor usaha  lainnya. Wilayah  Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kukar  akan menjadi  wilayah kota  pendukung yang terkoneksi dengan Ibu Kota  Negara  yg baru  di  PPU.

Hal lainnya juga yakni kontribusi devisa  wilayah Kaltim kepada pendapatan negara  cukup besar. Sementara disisi  lain, perhatian pembangunan infrastruktur di wilayah Kaltim masih tertinggal  jauh  dari  Jawa.

Kaltim juga memiliki letak geografis strategis di tengah kepulauan Indonesia,  dan jauh  dari  bencana gempa. “Untuk itu perlu  segera  dipercepat  proses pembangunannya. Jangan  sampai  ditunda  atau di gantung karena akan mengecewakan masyarakat  Kaltim” Ujar Ketua FKDM yang juga dosen Unikarta ini.

Pemerintah tidak perlu merespon terlalu berlebihan terhadap pihak tertentu di luar Kaltim yg masih menolak keputusan pemindahan  IKN tersebut. Sebab di  alam  negara  demokrasi  ini,  tentu  ada  yg  pro  dan kontra terhadap sebuah kebijakan, itu  hal  yang lumrah dan  biasa-biasa saja. Kalau dari  sisi positifnya, kepindahan IKN  memberi  manfaat  sangat berarti  bagi  masyarakat khususnya. Karena, selaras dengan ide gagasan Presiden Pertama RI Sukarno, yang mana pernah berkeinginan untuk memindahkan IKN ke wilayah  Kalteng.

Terakhir Muhidin menyampaikan harapannya dengan mendorong dan  mengajak segenap masyarakat  Kaltim untuk bahu – membahu  mendukung kepindahan IKN dari  Jakarta  ke  wilayah Kaltim.

“IKN ini bagaikan sebuah rezeki yg sudah didepan  mata, jangan sampai lepas  dari  tangan masyarakat  Kaltim. Mari kita  jaga  kondusifitas  wilayah Kukar khususnya, dan Kaltim umumnya  agar  program nasional  pembangunan  kepindahan  IKN berjalan lancar  dan  aman” ucapnya mensyukuri hadirnya IKN di Katim. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *