Populasi Ternak Kaltim Kurang, Didatangkan Dari Luar  

SAMARINDA – Menjadi provinsi yang memiliki lahan luas di Indonesia, nyatanya dari sektor peternakan, Kaltim masih minim.

 

Khususnya untuk populasi hewan ternak, Kaltim harus mendatangkan dari luar daerah, karena hewan ternak lokal hanya mampu mencukupi sekitar 23 persen dari jumlah kebutuhan.

 

Hal itu pula diakui oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim H Munawwar.

 

Menurut dia, jangankan untuk mencukupi kebutuhan hewan ternak dalam rangka Ibukota Negara, untuk populasi hewan ternak saat ini saja Kaltim masih kekurangan.

 

“Kalau bicara Kaltim, populasi kita hanya bisa mencukupi 23 persen, selebihnya dari luar. Sedang kita sudah menghadapi IKN, jangankan IKN, sekarang kita belum mampu mencukupi yang ada, sehingga pengembangan kawasan untuk peternakan tentu akan kita dorong,” ujarnya beberapa waktu lalu.

 

Untuk itu, lanjutnya, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim menggandeng kerjasama dengan beberapa perusahaan pemegang izin usaha pertambangan (IUP) dan perusahaan PKP2B yang ada di Kaltim untuk melakukan pengembangan kawasan lahan eks tambang.

 

Kendati begitu, beberapa masalah juga masih harus dihadapi. Diantaranya soal RTRW kawasan peternakan yang belum memiliki regulasi.

 

“Dalam RTRW tidak ada kawasan peternakan. Akibatnya investor yang datang akan kesulitan mencari lahan. Makanya kami lakukan upaya kerjasama dengan berbagai pihak untuk penambahan lahan kawasan,” pungkasnya. (NYS/ADV Diskominfo Kaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *