Wagub Kaltim Minta BNN dan Kepolisian Pro Aktif Jaga Pintu Masuk Kaltim dari Narkoba

SAMARINDA – Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mendorong pihak BNN dan kepolisian untuk lebih pro aktif menjaga jalur perbatasan pintu masuk Kalimantan Timur dengan daerah “tetangga”.

Dikatakannya, Kaltim banyak memiliki pintu masuk “tikus” yang dimanfaatkan pelaku pengedar narkoba untuk masuk dan mengedarkan narkoba.

“Situasi saat ini sangat berat bagi kita dengan masalah peredaran narkoba ini, karena jalur kita berbatasan dengan Malaysia. Banyak jalan tikus, bisa lewat darat, maupun laut, pulau kepulauan. Karena ada kejadian juga narkoba dari Cina dan Malaysia masuk lewat udara,” ujarnya pada awak media, Senin kemarin (27/6/2022).

Saat ini, peredaran narkoba di Kalimantan Timur sendiri sudah sangat meresahkan dan mengkhawatirkan. Bahkan kata Wagub Hadi Mulyadi, beberapa tahun lalu, Kalimantan Timur dinilai menjadi daerah tertinggi kasus narkobanya.

“Beberapa tahun yang lalu kita dianggap tinggi (kasus narkoba), karena itu, masuk dari udara mereka transit yang akan diedarkan di Indonesia timur. Ini memang sangat berat, karena ini perdagangan yang sangat menguntungkan,” katanya.

“1 gram di Cina itu harganya Rp 150 ribu, tapi kalau di sini Rp 1,5 juta dan penggunanya jutaan. Itu yang kemudian tidak ketahuan,” timpalnya.

Mengenai penganggaran pemberantasan narkoba sendiri, terang Wagub Hadi Mulyadi, pemerintah pusat telah membantu dengan anggaran yang tidak sedikit. Sementara daerah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim juga banyak berperan dalam menunjang program-program yang dicanangkan BNN, seperti kegiatan Desa Bersinar.

“Kita tidak mungkin menganggarkan, karena ini lembaga vertikal. Tetapi penganggaran dilakukan oleh pemerintah pusat. Kita hanya bisa mensuport program-program yang mereka laksanakan,” pungkasnya. (Nys/ADV Diskominfo Kaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *