Kaltim Kaya Pangan dan Energi, Samsun : Perlu Diperhatikan Manajemen Pengelolaan

SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun menyebutkan Kaltim memiliki sumber energi dan pangan yang melimpah. Namun, paling penting dari semua itu adalah cara atau managemen pengelolaan agar tidak terdampak krisis.

“Yang paling penting diperhatikan yakni manajemen pengelolaannya,” ungkap politisi PDIP Kaltim itu, pada Rabu (26/10/2022).

Sebagai informasi, isu energi dan pangan tengah jadi sorotan dunia karena diprediksi mengalami resesi global. Samsun tak khawatir hal tersebut berdampak ke Kaltim. Karena, alam Kaltim menyedikan dua sektor itu melimpah.

“Semestinya (Kaltim) jauh dari ancaman itu karena punya semuanya,” ujar Samsun.

Hanya saja, Samsun mengingatkan agar manajemen pengelolaan segera direformasi jika masih memiliki banyak kendala.

Pengelolaan dua sektor itu harus mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan ketersediaan sehingga Kaltim tak mudah terdampak begitu terjadi krisis.

Diketahui, berdasarkan rencana umum energi daerah Kaltim pada 2019–2050, potensi energi jenis terbarukan yang tersedia di Kaltim berasal dari ragam sumber. Misal tenaga air (PLTA) sebesar 2.118 MW, PLTM dan PLTMH sebesar 3,1 MW, PLTS sebesar 13.479 MW.

Sementara pangan, data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim pada 2020 disebutkan jika 10 kabupaten/kota di Kaltim memiliki potensi memproduksi beras hanya tiga kabupaten yang mendapat perhatian untuk mengembangkan diri menjadi kawasan food estate, yakni Kukar, Paser dan PPU.

Dari ketiganya, Kukar peringkat pertama dengan luas lahan pertanian 20,424 hektare, kemudian PPU seluas 10,994 ha, dan Paser luas 11,306 hektare.

Secara keseluruhan, Kaltim mampu memproduksi 262,86 ribu ton gabah kering giling (GKG). Mengalami kenaikan sebanyak 9,04 ribu ton atau 3,56 persen dibandingkan 2019 sebesar 253,82 ribu ton GKG. (Nys/Adv/DPRDKaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *