Kekerasan Seksual di Samarinda Meningkat, Masyarakat Diminta Ikut Peduli dan Perhatian

SAMARINDA – Kasus kekerasan seksual di Samarinda masih jadi masalah yang harus dituntaskan. 2023 ini, terjadi peningkatan kasus di Samarinda. Memicu kekhawatiran warga.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Damayanti turut menyoroti kasus kekerasan seksual itu. Menurutnya, angka kekerasan seksual masih terbilang tinggi di Samarinda.

Dia juga meminta agar warga Samarinda bisa peduli terhadap peningkatan kasus ini. Jangan sampai tidak memedulikannya.

Mengacu dari data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Samarinda, tercatat sebanyak 57 korban memberikan laporan secara online. Diantaranya, 14 korban kekerasan psikis, 19 korban kekerasan seksual, 1 korban penelantaran RT, 5 korban Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) dan 2 korban lainnya.

“Kekerasan seksual bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Tapi harus ada keterlibatan warga. Ini harus menjadi perhatian semua pihak untuk menanggulanginya,” tegas Damayanti, Kamis (9/2/2023).

Damayanti juga menambahkan, Pemkot Samarinda bisa kembali melaksanakan program edukasi seks untuk anak usia dini. Terutama mereka yang masih duduk di bangku sekolah seperti SD dan SMP.

Menurutnya, pembekalan edukasi seks menjadi sangat penting agar tak lagi menjadi hal tabu. Termasuk sebagai pencegahan agar tak terjadi kekerasan yang lebih buruk.

“Edukasi bisa dilakukan mulai dari tingkat SD, SMP dan seterusnya. Berikan pemahaman kepada anak-anak kita tentang akibat dan dampak seks yang negatif,” tambah dia.

Kekerasan seksual harus jadi perhatian karena memengaruhi generasi muda. Di mana, generasi tersebut akan menjadi generasi penerus. Jangan sampai masa muda mereka rusak karena hal-hal yang tak diinginkan. (Dys/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *