SAMARINDA – Kalimantan Timur merupakan satu dari 9 provinsi prioritas yang disarankan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menjadi area kerja dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Republik Indonesia (BRGM RI).
Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, Rina Juliati, mengatakan rehabilitasi mangrove di Kaltim ditargetkan seluas 27.244 hektare selama 4 tahun, 2021-2024.
“Dengan rincian, 2021 seluas 6.634 hektare, tahun 2022 seluas 6.870 hektare, tahun 2023 seluas 6.870 hektare, dan tahun 2024 seluas 6.870 hektare,” ungkap Rina di Samarinda, Senin (5/6/2023).
Untuk mendukung upaya tersebut, kata Rina, pemerintah sudah melakukan persemaian modern mangrove di PIM Delta Mahakam seluas 25 hektare.
Kapasitas produksi bibit mangrove dirancang mencapai 10 juta bibit per tahun dengan siklus produksi 2-3 kali per tahun.
Dari pembangunan Persemaian Modern Mangrove di PIM Delta Mahakam diperkirakan akan mampu menyerap tenaga kerja setara 10.000 Hari Orang Kerja (HOK) per bulan atau 120.000 HOK per tahun.
Tak hanya itu, Rina juga mengatakan Hutan mangrove di Kaltim terpilih jadi proyek pencontohan pengurangan sampah plastik yang terapung dan hanyut. Proyek itu dikerjakan oleh konsultan lingkungan asal Jepang, yakni Japan Nus Co.LTD (Janus). Lokasi proyek yang dipilih Janus berada di Balikpapan.
“Semua itu dalam rangka Upaya merehabilitasi hutan mangrove yang ada di Kaltim,” terang dia.
Untuk diketahui, dari 9 provinsi yang diprioritaskan itu, pemerintah menarget program pemulihan mangrove seluas 637,000 hektar lahan kritis. Sudah direhabilitasi sebanyak 17 ribu hektar di 2020.
Ditargetkan, 620 ribu hektar rehabilitasi mangrove hingga tahun 2024. Dengan rincian, 2021, seluas 124 ribu hektar (20%). Di 2022, seluas 155 ribu hektar (25%). Di 2023, seluas 155 ribu hektar (25%) dan tahun 2024 seluas 187 ribu hektar (30%).
Upaya percepatan implementasi juga sudah dilakukan, melalui pembentukan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).
Nantinya, World Mangrove Centre di Kalimantan Timur bagian Utara, akan didukung hibah Jerman, melalui Project Forest Program (FP) VI Protection of Mangrove Forest. (Adv/diskominfo kaltim/dtn)
