SAMARINDA – Ketatnya persaingan dagang antara penjualan di toko konvensional dan toko online membuat sebagian toko-toko di Mall yang ada di Kota Samarinda seperti mati suri.
Oleh karenanya, diperlukan inovasi baru dalam proses strategi perdagangan bagi toko-toko yang masih berjualan secara langsung atau tidak online.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, Jumat (6/10/2023).
Bahkan, Deni Hakim mengakui, hingga saat ini dirinya masih berbelanja ke toko-toko offline yang ada di pusat perbelanjaan mall.
“Kalau saya ke tempat toko-toko yang kecil itu kalau ada keperluan,” ujarnya.
Deni juga menuturkan, perkembangan zaman yang semakin berubah dan tetntunya juga menyebabkan persaingan penjualan juga semakin ketat
“Misal mereka juga harus berinovasi dalam bentuk dan harganya harus seleltif dengan produk yang dijual,” tuturnya.
Dirinya menyarankan, penjual yang saat ini masih berjualan secara langsung dapat berinovasi dengan menghadirkan platform digital atau menjual melalui online shop dengan tetap mengedepankan kualitas produk dagangan.
Tegasnya, jangan sampai melakukan penjualan di online shop tidak sesuai dengan kualitas prosuk yang dijual, misalnya penjulan baju kaos, maka barang yang dijual harus sesuai harga dan kualitasnya.
“Maka silahkan saja bagi pemilik toko untuk berinovasi dengan turut berjualan online, tetapi selama ia bisa menjaga kualitas dan kesesuaian dari harga itu tadi,” katanya.
Lebih lanjut ia menambahkan, bahkan ketika berjualan di rumah pun, kalau pintar dalam berinovasi melakukan langkah-langkah untuk menawarkan jualan yang jelas dan konkrit.
“Saya rasa dengan itu kini para pedagang masih bisa bersaing sebetulnya di era sekarang,” tutupnya. (ADV/DPRD Kota Samarinda)
