Asisten III Setkab Kutai Barat, Sahadi saat dialog bersama di TVRI Kaltim, Senin (9/10/2023).
KUTAI BARAT – Asisten III Setkab Kutai Barat, Sahadi mengatakan salah kendala selama ini yang masih dialami Kabupaten Kutai Barat adalah pembangunan infrastruktur dasar bagi masyarakat.
Sejak dimekarkan jadi kabupaten pada 1999, wilayah Kutai Barat memiliki luas sekitar 20 kilometer persegi dengan total penduduk sekitar 176 ribu jiwa tersebar di 190 kampung dan 4 kelurahan.
“Dengan total APBD sekitar Rp 2,6 triliun pada tahun 2022, memang belum mampu mengakomodir semua pembangunan infrastruktur dasar,” ungkap Sahadi dalam dialog bersama di TVRI Kaltim, Senin (9/10/2023).
Meski demikian, Sahadi melanjutkan pembangunan infrastruktur dasar bagi masyarakat, tetap menjadi salah satu program prioritas sejak Bupati FX Yapan memimpin Kubar.
“Kita memang ketinggalan sekali dari sini infrastruktur karena beberapa kendala. Tapi sejak Pak Bupati [FX Yapan] fokus kami salah satunya infrastruktur,” terang dia.
Menurut Sahadi, peningakatan infrastruktur dasar dapat meningkatkan pula pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Karena itu, dalam penyusunan rencana kerja pemda pun, tetap merujuk pada hasil musrembang dari diperoleh dari semua tingkatan.
Lalu dari sisi pengawasan program prioritas tersebut, Pemkab intens melakukan evaluasi dan monitoring baik dari OPD sebagai pelaksana teknis, maupun melibatkan tim pengawasan internal. [dtn]
