KUKAR – Indonesia berhasil menjadi runner up di 2023 World Taikai, ajang bergengsi kempo dunia yang digelar di Tokyo, Jepang. Dari 153 kenshi yang membela Merah Putih, ada 6 atlet asal Kutai Kartanegara (Kukar) yang menyumbangkan medali.
Kejuaraan kempo dunia ini berlangsung selama seminggu dan ditutup pada Minggu (15/10/2023). Sebanyak 41 negara berpartisipasi dalam 19 nomor pertandingan yang diperebutkan.
Atlet Kukar yang berhasil meraih medali adalah Aviva Amelia Iskandar, Dinda Rizki Amalia, Gadang Mulyane Gusti, Nur Indah Ekayanti, Yulia Sari, Revy Pratama Syam, Erik Syahputra, Didi Rahim Ramadhan, dan M. Fatur Rahman.
Aviva dan Dinda menggondol medali emas di nomor embu pasangan kyu kenshi putri. Gadang juga menyabet medali emas di nomor tandoku kyu kenshi putra. Nur Indah dan Yulia mendapatkan medali perak di nomor embu pasangan 2 dan putri. Revy dan Erik merengkuh medali perunggu di nomor embu pasangan 3 dan putra. Didi dan Fatur juga mengantongi medali perunggu di nomor embu pasangan kyu kenshi putra.
Total, Indonesia mengoleksi empat medali emas, tiga medali perak, dan lima medali perunggu dari kejuaraan ini.
Rendi Solihin, manajer tim kenshi Indonesia sekaligus wakil bupati Kukar, mengaku bangga dengan prestasi atlet Kukar yang melebihi target. Ia juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung tim Indonesia.
“Alhamdulillah, kita bisa meraih juara umum kedua untuk Indonesia. Ini adalah buah dari kerja keras dan dedikasi para atlet, pelatih, official, dan sponsor. Saya salut dengan atlet Kukar yang telah berkontribusi untuk mengharumkan nama bangsa,” ujar Rendi saat dikonfirmasi dari Jakarta, Senin (16/10/2023).
Rendi menuturkan, prestasi ini menjadi motivasi bagi pemuda Kukar untuk terus berprestasi di bidang olahraga. Ia juga berencana untuk menggelar kejuaraan kempo nasional maupun internasional di Kukar pada tahun depan.
“Kita sudah membangun komunikasi dengan pihak terkait agar tahun depan Kukar bisa menjadi tuan rumah kejuaraan kempo nasional maupun internasional. Ini untuk meningkatkan minat dan bakat pemuda Kukar dalam olahraga kempo,” katanya.
Rendi juga menyatakan bahwa pemerintah kabupaten Kukar akan memberikan penghargaan kepada atlet Kukar yang telah berprestasi di kejuaraan dunia ini. Penghargaan tersebut akan dianggarkan pada tahun 2024 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Selain penghargaan dari pemerintah kabupaten, saya secara pribadi juga akan memberikan uang saku kepada para atlet Kukar sebagai bentuk apresiasi saya. Semoga ini bisa menjadi stimulus bagi mereka untuk terus berlatih dan berprestasi,” ungkapnya.
Tim kempo Kukar yang berlaga di Jepang terdiri dari 30 atlet, lima official, dan enam pelatih. Mereka dilepas oleh Sekretaris Daerah Kukar H Sunggono di Kantor Bupati Kukar pada Selasa (3/10/2023) lalu.
Selain mengikuti kejuaraan, mereka juga mengikuti study session selama tiga hari untuk meningkatkan kualitas mereka sebagai kenshi. Mereka juga mengikuti ujian naik tingkat yang diselenggarakan oleh panitia kejuaraan. (ADV/Diskominfo Kukar)
