Kantor Gubernur Kaltim. (ist)
SAMARINDA – Masa jabatan yang diemban Isran Noor dan Hadi Mulyadi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim periode 2018-2023 telah berakhir pada akhir Spetember lalu.
Namun, Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun mengatakan bahwa periode kepemimpinan duet Isran-Hadi menjadi salah satu periode yang tak akan bisa ia lupakan.
Pasalnya, ia menyebut Isran-Hadi adalah pasangan pemimpin yang fenomenal, dan itu merupakan hal yang wajar. Hal ini dikarenakan adanya lonjakan pendapatan daerah yang cukup signifikan, hingga membuat porsi APBD Kaltim di tahun 2023 menjadi kian gemuk.
“Saat disepakati, Perubahan APBD Kaltim tahun ini bahkan mencapai Rp25 triliun lebih,” kata Samsun.
Selain itu, ia juga memuji gagasan-gagasan yang disampaikan Isran-Hadi. Menurutnya duo pemimpin itu berhasil mengeksekusi beberapa kebijakan yang berkaitan dengan pendapatan daerah. Tak hanya itu, Isran-Hadi juga berhasil menggali sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim yang tidak bisa dilakukan daerah-daerah lain.
“Misalnya program pertukaran karbon, kita tidak jiplak dari daerah lain. Pertukaran karbon itu membuat lonjakan APBD Kaltim cukup luar biasa ya,” sambungnya.
Dia juga memberikan pujian kepada Isran-Hadi yang sudah konsistem melanjutkan pembangunan yang digagas sejak periode kepemimpinan pemimpin sebelumnya. Menurutnya pembangunan di Kaltim sudah berjalan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim, dan sesuai dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur. (dtn/ADV DPRD Kaltim)
