Kondisi Jembatan Aji Tukur Jejangkat (ATJ) di Kutai Barat mangkrak. [Dok.RRI]
KUTAI BARAT – Usai dapat laporan dari Bupati Kutai Barat FX Yapan perihal kondisi Jembatan Aji Tukur Jejangkat (ATJ) mangkrak, Presiden Jokowi langsung menelpon Menteri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyono.
Jokowi ingin memberitahu agar laporan Bupati FX Yapan tersebut ditindaklanjuti Menteri PUPR.
Hal itu dikisahkan Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik saat mendampingi Jokowi kunjungan ke Kutai Barat pada acara HUT ke – 24 pada 3 November lalu.
“Iya, betul (Presiden menelpon Menteri PUPR),” kata Akmal Malik seperti dikutip Tribunkaltim, Selasa (7/11/2023).
Akmal Malik juga tak tinggal diam. Dia juga berencana menyurati Kementerian PUPR sesuai instruksi Presiden, agar proyek Jembatan ATJ yang mangkrak tersebut dapat dikerjakan kembali dengan bantuan pendanaan pemerintah pusat.
“Kita segera akan surati resmi nanti Kementerian PUPR,” ungkap Akmal Malik seperti ditulis Tribunkaltim.
Asisten III Setkab Kutai Barat Sahadi memberi apresiasi atas langkah Pj Gubernur Kaltim yang dinilai cepat mengambil tindakan usai terima laporan Pemda kabupaten dan kota di Kaltim.
“Terima kasih Pak Pj Gubernur semoga harapan kita semua (Jembatan ATJ mangkrak) cepat ditindaklanjuti pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR,” ungkap Sahadi, (8/11/2023).
Sahadi mengatakan keinginan besar masyarakat Kutai Barat agar pekerjaan jembatan AJT tersebut bisa dilanjut dan diselesaikan.
“Selain memudahkan lalu lintas masyarakat antar daerah, juga melancarkan distribusi barang dan jasa demi peningkatan ekonomi masyarakat Kubar,” terang dia.
Sebagai informasi, dikutip dari RRI, jembatan ATJ adalah proyek tahun jamak yang dikerjakan di era bupati Ismail Thomas dan wakil bupati Didik Effendi tahun 2012 silam.
Namun proyek yang telah menghabiskan dana Rp 300 miliar lebih itu mangkrak di tahun 2015 hingga saat ini.
Pemkab Kubar memperkirakan penyelesaian jembatan itu membutuhkan biaya sekitar 400 miliar karena harus didesain ulang. [*]
