Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sutomo Jabir. (ist)
SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sutomo Jabir mengingatkan bahwa selain sebagai kebutuhan dasar, jaringan kelistrikan juga menjadi bagian penting dalam perkembangan perekonomian masyarakat. Dia mencontohkan, daerah-daerah pesisir yang kebanyakan masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan, tentu membutuhkan pasokan listrik.
Karena ikan hasil tangkapan mereka harus dibekukan untuk memperpanjang usia pakai, sebelum didistribusikan kepada pembeli. Setidaknya, nelayan memerlukan balok es untuk menjaga ketahanan kualitas ikan yang mereka tangkap.
“Jadi kalau tidak ada listrik, dari mana dapat balok es? Bagaimana mereka mau menyimpan ikan-ikan mereka?” tanya Sutomo, Sabtu (11/11/2023).
Dari informasi yang ia terima, ada 10 desa di Kutai Timur yang hingga kini belum merasakan listrik. Desa-desa tersebut terbesar di Kecamatan Sangkulirang, dan Kecamatan Sandaran yang notabene merupakan salah satu daerah pesisir di Benua Etam.
Selain mempertimbangkan profesi nelayan yang banyak dilakukan penduduk di sana, Sutomo juga mengungkapkan bahwa di desa-desa tersebut, jumlah penduduk yang tinggal sudah terbilang banyak..
“Mata pencaharian mereka, mengharuskan mereka untuk mendapat dukungan pasokan listrik. Jadi urusan listrik yang belum ad aini harus segera tuntas,” tegasnya.
Desa-desa di dua kecamatan ini menjadi perhatian Sutomo karena upaya pemenuhan listrik yang hendak dilakukan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) harus terhambat persoalan izin dari perusahaan yang beroperasi di wilayah itu. Akibatnya, PLN tak bisa mengjangkau puluhan desa tersebut untuk menyediakan jaringan kelistrikan. (ADV DPRD Kaltim)
